Berita  

Abrasi Pantai Ancam Desa Topi, Warga Desak Tindakan


Otanaha.id -

GORONTALO UTARA – Abrasi pantai yang kian mengancam Desa Topi, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, memicu keresahan warga setempat. Fenomena ini terus menggerus pesisir pantai, merusak bangunan milik warga, dan memutus akses satu-satunya jalan penghubung desa. Hingga kini, warga masih menunggu perhatian serius dari pemerintah daerah.

Elma, warga setempat, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju Desa Topi dalam kondisi memprihatinkan. Jalan yang masih berupa tanah berbatu besar itu menjadi semakin berbahaya akibat abrasi yang terus terjadi.

“Sebagai pengguna jalan, kami sangat prihatin. Jalan ini satu-satunya akses keluar masuk desa, tapi kondisinya sangat membahayakan,” ujar Elma.

Setidaknya enam kepala keluarga telah kehilangan rumah akibat abrasi yang tak terkendali. Bangunan mereka roboh, meninggalkan puing-puing yang menambah pemandangan pilu di pesisir Desa Topi.

Warga terus mempertanyakan langkah konkret pemerintah untuk mengatasi bencana abrasi ini. Mereka berharap ada solusi yang meliputi pembangunan tanggul laut, pemasangan pemecah gelombang, atau penanaman pohon mangrove guna menahan laju abrasi.

“Kami ingin pemerintah serius. Setiap akhir tahun, terutama Desember, air laut sering pasang, memperburuk kondisi,” kata Elma penuh harap.

Warga juga menyoroti ketiadaan anggaran yang disebut menjadi alasan lambannya respons pemerintah. Menurut mereka, masalah ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut keselamatan dan masa depan desa.

“Kami ingin ada langkah nyata, bukan sekadar janji. Kalau memang tidak ada anggaran, harusnya ada upaya koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi jangka panjang,” tutup Elma

Abrasi pantai bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga krisis sosial dan ekonomi bagi warga Desa Topi. Jika tidak segera ditangani, risiko kerusakan yang lebih luas bisa memicu gelombang pengungsian dan memutus akses ekonomi warga setempat.

Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan sebelum dampaknya semakin meluas dan sulit dikendalikan.(**)