Anggota DPD RI Dapil Gorontalo, Hj. Rahmijati Jahja, memperingati Hari Ibu ke-96 pada Minggu, 22 Desember 2024, di kediamannya yang dikenal sebagai Rumah Cinta Al-Qur’an. Acara yang dihadiri santri, orang tua, dan masyarakat ini mengusung tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam sambutannya, Rahmijati menegaskan peran strategis seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. “Ibu adalah pilar utama dalam membangun karakter dan masa depan anak. Mereka adalah aset kita untuk generasi mendatang,” ujar Rahmijati.
Rumah Cinta Al-Qur’an: Melahirkan Generasi Hafidz Qur’an
Rahmijati juga memaparkan bahwa Rumah Cinta Al-Qur’an, yang didirikannya, kini menjadi pusat pembinaan generasi Qur’ani. Dengan jumlah santri perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, Rumah Cinta Al-Qur’an terus berkomitmen melahirkan hafidz dan hafidzah yang berkontribusi bagi bangsa.
“Saat ini, masih tersedia kuota 30 santri yang diseleksi secara ketat untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Kami memiliki tiga guru dengan standar gaji sesuai UMP, yang sepenuhnya bersumber dari gaji saya sebagai Anggota DPD RI selama empat periode,” ungkap Rahmijati.
Pemberdayaan Perempuan dan Generasi Emas
Rahmijati menyoroti transformasi peran perempuan dari sekadar mengurus rumah tangga menjadi pilar berdaya yang ikut menentukan masa depan bangsa. “Dulu, perempuan hanya dikenal di dapur, sumur, dan kasur. Kini, perempuan banyak yang berdaya, bukan lagi diperdaya,” tegasnya.
Sebagai bentuk nyata kepeduliannya, Rahmijati juga memberikan dukungan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan pembiayaan studi sebesar Rp4 juta per semester dan biaya hidup Rp4 juta selama delapan semester.
Dedikasi di Tengah Kesibukan
Meski disibukkan oleh tugas-tugas di pusat, Rahmijati tetap menyempatkan diri untuk hadir dalam acara tersebut. Baginya, mendukung generasi Qur’ani dan pemberdayaan perempuan adalah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi bangsa.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa, terutama di bidang agama. Mereka adalah pewaris nilai-nilai luhur yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang,” tutup Rahmijati dengan penuh harapan.
Acara ini tak hanya menjadi momentum penghormatan bagi kaum ibu, tetapi juga pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045




















