Sepanjang 2024, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo mencatat 117 kasus rehabilitasi, di mana 84 di antaranya adalah remaja. Hal ini menunjukkan tingginya kerentanan generasi muda terhadap narkoba.
Menurut Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol I Ketut Yudha Karyana, remaja menghadapi berbagai tekanan yang membuat mereka mudah terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. “Faktor seperti kurangnya informasi, ketidakstabilan mental, dan pengabaian dari keluarga menjadi penyebab utama,” ujar Yudha dalam konferensi pers, Senin (23/12/2024).
Untuk menanggulangi masalah ini, BNNP Gorontalo terus mendorong program pemberdayaan keluarga dan kampung narkoba. Selain itu, masyarakat diajak berperan aktif melaporkan kasus penyalahgunaan narkoba.
Barang bukti yang berhasil disita sepanjang tahun ini meliputi 6,9915 gram sabu dan 353,01 gram ganja. BNNP Gorontalo menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, komunitas, dan pemerintah untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.
Berita 2
Judul: Tekanan Lingkungan Picu Remaja Gorontalo Terpapar Narkoba, Peran Keluarga Jadi Kunci
Isi Berita:
GORONTALO – Sepanjang 2024, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo telah merehabilitasi 117 orang, mayoritas remaja. Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol I Ketut Yudha Karyana, menyebutkan bahwa remaja menjadi kelompok paling rentan akibat tekanan lingkungan dan kurangnya komunikasi dalam keluarga.
“Ketika keluarga abai, anak-anak mencari pelarian ke hal-hal negatif seperti narkoba,” ungkap Yudha saat menyampaikan laporan tahunan, Senin (23/12/2024).
BNNP Gorontalo tidak hanya melakukan rehabilitasi, tetapi juga menggalakkan program pencegahan seperti pemberdayaan keluarga dan pembentukan kampung narkoba. Selain itu, barang bukti berupa 6,9915 gram sabu dan 353,01 gram ganja berhasil diamankan sepanjang tahun ini.
Brigjen Yudha menekankan perlunya kerjasama dari semua pihak, terutama keluarga dan komunitas, untuk mencegah penyebaran narkoba di kalangan remaja. “Membangun komunikasi efektif di keluarga adalah benteng pertama melindungi generasi muda,” tambahnya.



















