Gorontalo, 29 Desember 2024 – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Gorontalo sukses menggelar Konsorsium Pemuda Gorontalo, menghasilkan 41 rekomendasi strategis yang mencakup berbagai aspek pembangunan daerah.
Ketua Umum KNPI Gorontalo, Riyanto Ismail, mengungkapkan bahwa forum ini menjadi ruang ilmiah bagi organisasi kepemudaan dan mahasiswa (OKP/OKPI) untuk memaparkan kondisi aktual Provinsi Gorontalo. Diskusi ini bertujuan menyelaraskan pandangan dan menemukan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemuda di Gorontalo.

“Dari data akademis, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Gorontalo meningkat signifikan dari 53,83% pada 2022 menjadi 57,83% pada 2023. Bahkan, IPP Gorontalo melampaui rata-rata nasional sebesar 56,33%. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam pendidikan dan kesehatan,” jelas Riyanto.
Ia menyoroti rata-rata lama sekolah pemuda Gorontalo yang masih 10,38 tahun, di bawah rata-rata nasional 11,04 tahun. Selain itu, angka kesakitan pemuda mencapai 9,55%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 6,25%.
Firman Latuda, Juru Bicara Konsorsium, menambahkan bahwa 41 rekomendasi yang dihasilkan mencakup isu sosial, ekonomi, pendidikan, politik, budaya, hingga masalah korupsi dan pengelolaan sumber daya alam.
“Semua rekomendasi ini berbasis data. Kami akan membukukannya dan menyerahkannya kepada pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta aparat penegak hukum. Tujuannya agar kebijakan tahun 2025 didasarkan pada data yang akurat dan sesuai kebutuhan daerah,” ungkap Firman, yang juga Ketua PKC PMII Gorontalo.
Rekomendasi ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan yang lebih inklusif dan memberdayakan pemuda sebagai motor penggerak perubahan di Gorontalo.



















