Dekot Cari Solusi Bangkitkan Pasar Sentral Kota Gorontalo

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Alan Lahay
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Alan Lahay

Otanaha.id -

Gorontalo – 21/01, Pasar Sentral Kota Gorontalo yang dulunya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat kini tak seramai dulu. Melihat kondisi ini, DPRD Kota Gorontalo bersama Pemerintah Kota Gorontalo mengadakan rapat di aula tiga DPRD Kota Gorontalo untuk mencari solusi agar pasar modern tersebut kembali hidup.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Alan Lahay, menjelaskan beberapa langkah strategis yang telah dirumuskan untuk menghidupkan kembali pasar sentral. Dalam rapat tersebut, sejumlah poin penting diusulkan.

Pertama, Pemerintah diminta untuk meninjau ulang sistem retribusi di pasar sentral, terutama dengan memisahkan beban listrik dan air agar tidak memberatkan para pedagang.

Kedua, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) diimbau untuk mendampingi pedagang dalam pengurusan izin penempatan kios.

Ketiga, pemerintah didorong untuk memusatkan kegiatan pasar murah, operasi pasar, dan event lainnya di Pasar Sentral guna menarik pengunjung dan meningkatkan aktivitas jual beli.

Keempat, Komisi II menyoroti keberadaan Tempat Penampungan Ikan (TPI) yang telah berubah menjadi pasar harian. Dalam waktu dekat, Komisi II akan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo selaku penanggung jawab TPI untuk mencari solusi terbaik.

“Semua ini adalah upaya kami untuk meramaikan kembali Pasar Sentral,” ujar Alan Lahay.

Komisi II juga mengusulkan inisiatif “Jumat Belanja” bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah mendukung peningkatan aktivitas perdagangan di pasar sentral. Selain itu, untuk menarik lebih banyak pengunjung, Komisi II menyarankan agar lantai dua pasar diubah menjadi area nongkrong, seperti warung kopi atau kafe.

“Banyak masyarakat yang jogging di sekitar kawasan pasar. Jika lantai dua dijadikan tempat nongkrong, saya yakin akan banyak yang datang. Kita bisa belajar dari konsep pasar yang ada di Manado,” kata Alan.

Selain itu, keluhan tentang lantai licin di area penjualan ikan dan keterbatasan air bersih juga menjadi perhatian. Komisi II berkomitmen untuk mendorong perbaikan fasilitas tersebut dengan mengalokasikan anggaran melalui Dinas Perindag.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan Pasar Sentral Kota Gorontalo kembali menjadi pusat ekonomi yang ramai dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.