Akses Bandara Lama Ditutup, Bandara Djalaludin Gorontalo Fokus Pengembangan Terminal

Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandara Djalaludin Gorontalo, Hirsan Ronny Biki ( F. Fahri)
Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandara Djalaludin Gorontalo, Hirsan Ronny Biki ( F. Fahri)

Otanaha.id -

Gorontalo – Pihak Bandara Djalaludin Gorontalo resmi menutup akses jalan bandara lama sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur. Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandara Djalaludin Gorontalo, Hirsan Ronny Biki menegaskan bahwa penutupan ini sudah direncanakan sejak lama dan telah melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi, DPRD, serta instansi terkait lainnya.

“Sosialisasi terkait penutupan akses ini sudah dilakukan sejak Desember tahun lalu. Ini merupakan bagian dari pengembangan terminal bandara agar lebih tertata,” ujar Hirsan Ronny Biki, Kamis (30/1/2025).

Akses keluar masuk bandara Djalaluddin Gorontalo kini dibatasi menyusul rencana pengembangan kawasan bandara.

Menurutnya, langkah ini mengikuti standar pengelolaan bandara di Indonesia yang mengutamakan satu akses masuk utama guna meningkatkan keamanan dan keteraturan. Meski demikian, akses lama tetap dapat dibuka dalam kondisi tertentu, seperti untuk tamu VIP.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jalan yang sebelumnya digunakan telah dihibahkan oleh Balai Jalan kepada pihak Bandara Djalaludin Gorontalo pada tahun ini. Selain untuk mendukung pengembangan terminal, penutupan akses tersebut juga bertujuan untuk menata area parkir di kawasan bandara tanpa menghambat mobilitas masyarakat sekitar.

Dengan adanya penutupan akses ini, masyarakat diharapkan dapat menggunakan jalur resmi yang telah disediakan untuk mendukung kelancaran operasional bandara yang semakin berkembang.

Dengan begitu, akses pintu masuk dari terminal bandara lama BLU UPBU Djalaludin Gorontalo untuk sementara ditutup.