Gorontalo Alami Deflasi Terdalam di Sulawesi, Diskon Listrik Jadi Pemicu

Kepala BPS Gorontalo, Mukhamad Mukhanif Saat Konferensi Pers Senin 3/2 ( F. Ist)
Kepala BPS Gorontalo, Mukhamad Mukhanif Saat Konferensi Pers Senin 3/2 ( F. Ist)

Otanaha.id -

Gorontalo, 3 Februari 2025 – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi signifikan sebesar -1,64% secara month-to-month (mtm) pada Januari 2025. Angka ini menunjukkan penurunan harga yang jauh lebih besar dibandingkan dengan deflasi nasional yang hanya -0,76%.

Kepala BPS Gorontalo, Mukhamad Mukhanif, mengungkapkan bahwa deflasi ini juga tercermin dalam inflasi tahunan (year-on-year/yoy), yang mencapai -1,52%, menjadikan Gorontalo sebagai salah satu provinsi dengan deflasi terdalam di Indonesia.

“Dalam satu tahun terakhir, harga di Gorontalo mengalami penurunan cukup dalam, bahkan deflasi ini merupakan yang terendah di Sulawesi,” ujar Mukhanif dalam konferensi pers, Senin (3/2/2025).

Diskon Listrik 50% Jadi Penyebab Utama Deflasi

Mukhanif menjelaskan bahwa sektor Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga menjadi penyumbang terbesar deflasi, dengan andil -1,68%. Penyebab utamanya adalah adanya diskon 50% untuk token listrik yang diberlakukan pada Januari 2025.

“Diskon ini berdampak besar terhadap penurunan harga secara keseluruhan. Namun, perlu diwaspadai bahwa kebijakan ini bersifat sementara,” jelasnya.

Mukhanif juga mengingatkan bahwa setelah kebijakan diskon listrik berakhir, Gorontalo berpotensi mengalami inflasi kembali.

“Pertanyaannya adalah, seberapa besar inflasi yang akan terjadi setelah diskon listrik dicabut? Ini yang perlu kita antisipasi,” tandasnya.

Dengan kondisi ini, BPS mengimbau masyarakat dan pelaku ekonomi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan harga setelah kebijakan subsidi listrik berakhir.