Bone Bolango – Awal tahun 2025, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bone Bolango melonjak dengan total 26 kasus. Dinas Kesehatan Bone Bolango mencatat satu orang meninggal dunia akibat penyakit ini di Kecamatan Kabila.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bone Bolango, Iwan Usman, mengungkapkan bahwa puluhan kasus ini tersebar di beberapa kecamatan, dengan jumlah tertinggi di Suwawa Tengah sebanyak 10 kasus. Kecamatan lainnya juga mencatat kasus DBD, yaitu Kabila (5 kasus), Bulango Timur (4 kasus), Tapa (3 kasus), serta masing-masing 1 kasus di Bulango Utara, Bulango Selatan, Suwawa Timur, dan Botupingge.
“Sebanyak 25 pasien lainnya sudah sembuh, namun satu pasien dari Kecamatan Kabila meninggal dunia,” jelas Iwan.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Dinas Kesehatan Bone Bolango telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan sosialisasi dan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal ini sejalan dengan surat edaran dari Sekretaris Daerah Bone Bolango yang mengimbau masyarakat agar lebih waspada.
Iwan juga menyoroti faktor cuaca yang berkontribusi terhadap lonjakan kasus DBD. “Saat musim hujan, genangan air semakin banyak, sehingga mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab utama DBD,” tambahnya.
Dinkes Bone Bolango mengajak masyarakat untuk aktif melakukan langkah pencegahan, seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Dengan kerja sama semua pihak, lonjakan kasus DBD diharapkan dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi korban jiwa akibat penyakit ini.




















