Bone Bolango – Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango mencatat lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2024. Sebanyak 643 kasus dilaporkan, dengan 8 orang meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bone Bolango, Iwan Usman, menyampaikan data ini pada Senin (3/2/2025). Menurutnya, sejumlah kecamatan menjadi wilayah dengan penyebaran DBD yang cukup tinggi, di antaranya Kecamatan Kabila, Suwawa, Tapa, dan sekitarnya.
“Tercatat selama tahun 2024 ada 643 kasus DBD di Bone Bolango, dengan 8 di antaranya meninggal dunia. Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada,” ujar Iwan.
Kasus DBD yang tinggi ini menandakan perlunya peningkatan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang lebih efektif. Iwan Usman menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan angka penyebaran penyakit ini.
“Kami berharap semua pihak, terutama masyarakat, lebih siap dalam mencegah penyebaran DBD. Langkah utama yang bisa dilakukan adalah menerapkan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas, serta menambahkan langkah pencegahan lainnya seperti fogging dan penggunaan kelambu,” jelasnya.
Selain itu, cuaca yang tidak menentu dan peningkatan curah hujan di beberapa wilayah juga menjadi faktor yang mempercepat perkembangbiakan nyamuk. Oleh karena itu, pemantauan lingkungan dan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus DBD di tahun ini.
Dengan adanya peningkatan kasus ini, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Bone Bolango terus berupaya melakukan edukasi dan tindakan preventif, termasuk pengasapan (fogging), pemberian abate, serta sosialisasi ke masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala dan cara penularan DBD.
Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, ruam merah di kulit, hingga pendarahan ringan.
Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan angka kasus DBD di Bone Bolango bisa ditekan, dan kejadian serupa tidak terulang di tahun-tahun mendatang.





















