Gorontalo, – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Anang S. Otoluwa, memastikan bahwa seluruh kabupaten/kota di Gorontalo siap menyelenggarakan Program Kesehatan Gratis (PKG) dalam rangka Hari Ulang Tahun. Program ini merupakan inisiatif unggulan Pemerintahan Prabowo-Gibran yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
“PKG ini adalah hadiah dari negara untuk masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan setiap hari ulang tahun sebagai upaya deteksi dini kesehatan,” ujar dr. Anang S. Otoluwa, Rabu (25/10/2025).
Anang menekankan pentingnya koordinasi antara dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas, laboratorium kesehatan, serta tenaga kesehatan dalam memastikan kelancaran PKG. Saat ini, setiap daerah sedang melakukan simulasi lapangan untuk menguji kesiapan tenaga kesehatan, logistik, serta alur pelayanan.
“Sumber daya manusia, BMHP (Barang Medis Habis Pakai), serta peralatan medis harus dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaan berjalan optimal,” tambahnya.
Pelaksanaan PKG mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 yang mengatur teknis pelaksanaan program ini. Aturan tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), serta organisasi profesi dalam menggelar PKG.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini mencakup berbagai kelompok usia dan dilakukan melalui tiga mekanisme utama:
1. PKG Hari Ulang Tahun – Ditujukan bagi bayi, anak usia 6 tahun, serta masyarakat berusia 18 tahun ke atas.
2. PKG Sekolah – Diperuntukkan bagi anak usia 7-17 tahun dan dilaksanakan setiap awal tahun ajaran.
3. PKG Khusus – Menyasar ibu hamil, bayi, dan anak usia di bawah 6 tahun dengan pemeriksaan kesehatan sesuai standar Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Pemeriksaan bayi baru lahir dilakukan dua hari setelah kelahiran untuk memastikan akurasi hasil pemeriksaan. Sementara kelompok usia lainnya menjalani skrining pada hari ulang tahun atau maksimal satu bulan setelahnya.
PKG menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan kelompok umur dan risiko penyakit yang paling umum:
Bayi baru lahir: Skrining kekurangan hormon tiroid, G6PD, penyakit jantung bawaan, dan gangguan pertumbuhan.
Balita & anak prasekolah: Pemeriksaan tumbuh kembang, deteksi TB, gangguan pendengaran, masalah mata, gigi, talasemia, dan diabetes melitus.
Dewasa: Evaluasi risiko kardiovaskular, tuberkulosis, PPOK, serta deteksi dini kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.
Lansia: Pemeriksaan kesehatan geriatri, kardiovaskular, kanker, paru-paru, fungsi indera, serta kesehatan jiwa dan hati.
Masyarakat diimbau mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk mempermudah pendaftaran dan akses layanan PKG. Dengan aplikasi ini, peserta dapat mengecek jadwal pemeriksaan serta hasil skrining kesehatan secara digital.
“Dengan adanya PKG, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah penyakit serius di masa depan,” pungkas dr. Anang.
Dengan koordinasi yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, PKG diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.



















