Gorontalo – Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Komunitas Pencinta Perkutut Gorontalo (PPG) menggelar acara Halal Bihalal di kediaman Ketua PPG yang berlokasi di Desa Dotuhe Barat (Dubar), Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para anggota serta momentum untuk memperkokoh eksistensi komunitas yang semakin berkembang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Februari 2025, ini dihadiri oleh para pencinta burung perkutut dari berbagai daerah di Gorontalo. Selain sebagai wadah kebersamaan, acara ini juga dirangkaikan dengan diskusi strategis mengenai program kerja PPG, terutama dalam persiapan pembangunan gantangan sistem kerek standar lomba.
Ketua PPG, Ahmad Rizak, menyampaikan bahwa salah satu agenda utama komunitas saat ini adalah pembuatan tiang gantangan yang sesuai dengan standar kompetisi nasional. Hal ini bertujuan untuk mendukung kegiatan latihan bersama (latber) dan latihan prestasi (latpres) bagi perkutut lokal dan perkutut Bangkok.
“Untuk perkutut lokal, sistem penilaian akan lebih difokuskan pada gacoran atau seberapa sering burung berbunyi. Sementara untuk perkutut Bangkok, penilaian lebih mengacu pada pakem alunan suara, mulai dari bukaan, alunan tengah, hingga tutupan, termasuk suara clung serta balasan baliknya,” ujar Ahmad Rizak
Saat ini, PPG masih menggunakan fasilitas gantangan burung kicau yang dikelola oleh Kicau Mania Gorontalo (KMG). Berkat kerja sama yang baik dengan KMG, komunitas perkutut telah diberi ruang khusus untuk melakukan latihan setiap hari Sabtu, saat gantangan kicau tidak digunakan. Namun, untuk meningkatkan kualitas latihan dan kompetisi, PPG berencana membangun gantangan sistem kerek sendiri.
Dalam pertemuan ini, anggota komunitas secara aktif memberikan kontribusi untuk mewujudkan rencana tersebut. Dari target 20 tiang gantangan, sebanyak 14 tiang telah terkumpul melalui partisipasi anggota. Sisanya akan disiapkan dari dana kas komunitas serta sumber pendanaan lain yang tidak mengikat. Terkait lokasi pembangunan gantangan baru, diskusi mengarah pada dua pilihan utama, yaitu di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, atau di Jalan Ampi, Kota Gorontalo.
Selain pembahasan serius mengenai pengembangan komunitas, suasana Halal Bihalal semakin meriah dengan hiburan karaoke dari para anggota yang membawakan lagu-lagu bernuansa romantis dan damai. Antusiasme anggota dalam mendukung rencana pembangunan gantangan kerek mendapat apresiasi yang tinggi dari seluruh peserta.
Menariknya, acara ini juga mendapat liputan khusus dari Kompas TV dalam program Cerita Nusantara. Tim liputan Kompas TV turut mengabadikan suasana sekretariat PPG yang asri serta koleksi burung perkutut yang mencapai lebih dari 250 ekor, baik yang berada di kandang single maupun kandang ombyokan atau breeding.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat dari para anggota, Komunitas Pencinta Perkutut Gorontalo terus berkembang dan menunjukkan eksistensinya. Kedepan komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah yang lebih besar bagi para pencinta perkutut di Gorontalo untuk berlatih, berkompetisi, serta melestarikan budaya memelihara dan merawat burung perkutut.




















