Razia Operasi Pekat Polda Gorontalo: Puluhan Muda-Mudi Terjaring Saat Ngamar Bareng

11 Pasangan Tidak Sah terjaring dalam Oprasi Pekat Polda Gorontalo ( F. Fahri(
11 Pasangan Tidak Sah terjaring dalam Oprasi Pekat Polda Gorontalo ( F. Fahri(

Otanaha.id -

Gorontalo – Menjelang bulan suci Ramadhan, Polda Gorontalo menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) untuk menertibkan berbagai aktivitas yang meresahkan warga. Hasilnya, puluhan muda-mudi yang kedapatan berduaan di dalam kamar penginapan tanpa ikatan pernikahan diamankan pada Senin malam (24/2/2025).

Operasi yang berlangsung di berbagai penginapan di Kota Gorontalo ini dipimpin langsung oleh Kabag Bin OPS Polda Gorontalo, Iptu Sofyan T Ishak. Ia mengungkapkan bahwa razia ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan menekan praktik perjudian, premanisme, narkoba, serta tindakan yang berpotensi melanggar norma sosial dan hukum.

Dugaan TPPO dan Pelanggaran Norma Sosial

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sekitar 11 orang yang diduga bukan pasangan sah. Bahkan, beberapa di antaranya dicurigai terlibat dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), mengingat modus serupa kerap ditemukan dalam razia serupa sebelumnya.

“Kami mengamankan mereka berdasarkan indikasi pelanggaran norma sosial serta dugaan tindak pidana. Saat dilakukan interogasi, mereka mengakui bukan pasangan sah. Beberapa di antara mereka berasal dari luar Gorontalo,” ungkap Iptu Sofyan kepada awak media.

Lebih lanjut, Sofyan menegaskan bahwa penindakan ini bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada mereka yang terjaring, tetapi juga sebagai langkah preventif agar kasus serupa tidak semakin marak.

Sanksi dan Pembinaan

Meski tak sampai diproses hukum lebih lanjut, para pelaku tetap dikenai sanksi berupa surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik yang mengarah pada TPPO serta mendorong pemilik penginapan agar lebih selektif dalam menerima tamu.

“Ini bukan sekadar penertiban, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa menjelang Ramadhan, situasi di Gorontalo tetap kondusif dan jauh dari aktivitas yang meresahkan,” tegas Sofyan.

Dengan adanya razia ini, Polda Gorontalo berharap dapat menekan angka pelanggaran moral dan hukum, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di momen sakral seperti bulan Ramadhan.