Gorontalo, 6 Maret 2025 – Pemerintah Kota Gorontalo resmi memulai pengukuran lapak untuk Pasar Senggol atau Pasar Raya di Kota Gorontalo pada Kamis (6/3) malam. Pengukuran ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan pasar tahunan yang menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat.
Pelaksana Tugas ( Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo, Haryono Soeronoto menyampaikan bahwa setelah proses pengukuran, akan segera dilakukan pemasangan tenda serta pengurusan administrasi bagi para pedagang. “Malam ini kita mulai pengukuran lapak, ini menandai awal pelaksanaan Pasar Senggol. Bulan Ramadan 1446 Hijrah Setelah ini, akan dilanjutkan pemasangan tenda dan pengisian surat-surat pedagang,” ujar Haryono
Ia juga menambahkan bahwa sesuai hasil rapat sebelumnya, tarif untuk lapak berukuran 4×4 meter ditetapkan sebesar Rp1 juta, sementara untuk kawasan Bumi dan Sentral masih akan disesuaikan berdasarkan situasi di lapangan. “Kami juga akan memfasilitasi pedagang yang ingin berjualan di luar area utama,” tambahnya.

Selain lapak, Pemkot Gorontalo juga telah menetapkan besaran tarif parkir yang mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Parkir untuk kendaraan roda dua ditetapkan sebesar Rp3.000, sementara roda empat sebesar Rp5.000. “Jika ada pihak yang menarik tarif di atas itu, harap segera melaporkan kepada petugas keamanan di lokasi,” tegasnya.
Untuk pengamanan, pemerintah melibatkan personel dari Satpol PP, kepolisian, serta unsur TNI guna memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan pasar tahunan ini. “Kami akan backup penuh, dibantu unsur kepolisian dan TNI agar Pasar Senggol ini berjalan aman dan tertib,” kata Kepala Satpol PP Kota Gorontalo.
6 Lokasi Pusat Perdagangan Disiapkan
Pemkot Gorontalo juga telah menentukan enam titik pusat perdagangan yang akan menjadi lokasi utama aktivitas Pasar Senggol, yaitu:
1. Jalan MT Haryono
2. Jalan S Parman
3. Jalan Suprapto
4. Jalan Raja Yato
5. Jalan Imam Bonjol
6. Jalan Sutoyo
Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya pengukuran lapak pasar Senggol Ia didampingi oleh Wakil Walikota Indra Gobel, Sekretaris Daerah Ismail Majid, serta kepala badan / Kepala Dinas dilingkungan setda Kota Gorontalo, OPD dan intansi terkait
Proses ini juga mendapat pengawalan ketat dari Kapolresta Gorontalo Kota bersama unsur TNI.
Dalam arahannya, Walikota Adhan Dambea menegaskan agar tidak ada keributan atau perselisihan antar pedagang terkait penempatan lapak. “Jangan ribut! Diatur dengan baik. Kalau sampai ribut, saya tutup saja!” tegasnya.
Ia menekankan bahwa Pasar Senggol bukan hanya sekadar tempat berdagang, tetapi juga bagian dari tradisi ekonomi rakyat yang harus berjalan dengan tertib dan terorganisir. “Dengan koordinasi yang baik, saya yakin pasar ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Pasar Senggol Kota Gorontalo selalu menjadi momen penting bagi para pedagang dan masyarakat untuk berbelanja berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pasar ini dapat berjalan sukses tanpa kendala.





















