Warga Desa Tanah Putih terdampak Banjir Akibat Jebolnya Tanggul dan Dampak Galian C

Salah satu rumah warga desa Tanah Putih yang tertutup dengan material pasir akibat banjir ( F. Fahri)
Salah satu rumah warga desa Tanah Putih yang tertutup dengan material pasir akibat banjir ( F. Fahri)

Otanaha.id -

Bone Bolango – Hujan dengan intensitas tinggi kembali memicu banjir di Desa Tanah Putih, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Sebanyak 19 rumah warga terkena terdampak dari 31 kepala keluarga (KK) yang ada dengan total 99 jiwa, bahkan dua rumah sudah ditinggalkan pemiliknya sejak Juli 2024 karena seringnya terendam banjir dan tertimbun material pasir yang terbawa arus dari bukit di sekitar puncak Botu.

Menurut warga setempat, banjir yang kerap melanda kawasan ini dipicu oleh jebolnya tanggul penahan air dari bukit, yang semakin diperparah dengan aktivitas galian C yang beroperasi sejak dua tahun lalu. Meski operasi galian C itu telah dihentikan, kerusakan pada tanggul tetap menjadi pemicu utama banjir yang membawa material pasir dan lumpur ke permukiman warga.

“Setiap hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam, rumah kami pasti terendam.
Kami sudah berusaha semampu kami, bergotong royong menutup aliran air dengan tumpukan karung berisi pasir, tapi itu hanya solusi sementara,” ungkap Iwan Pakaya, salah satu warga terdampak.

Warga Desa Tanah Putih telah berupaya secara swadaya untuk mengurangi dampak banjir, namun keterbatasan sumber dana membuat upaya tersebut kurang efektif. Mereka berharap ada langkah konkret dari pemerintah, terutama dalam pembangunan talud atau beton penahan di sepanjang jalur air dari bukit menuju pemukiman.

“Kami siap bergotong royong menyumbangkan tenaga dan material sesuai kemampuan kami, tapi kami berharap pendanaan utama datang dari pemerintah,” tambah Iwan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bone Bolango, Achril Y. Babyonggo, membenarkan data terkait jumlah warga terdampak dan mengakui bahwa kerusakan pada tanggul menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir. Pihak BPBD bersama instansi terkait diharapkan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki tanggul dan membangun sistem penahan air yang lebih kokoh demi melindungi warga Desa Tanah Putih dari ancaman banjir yang terus berulang.

Warga berharap pemerintah daerah segera bertindak sebelum situasi semakin parah dan berdampak lebih luas pada keselamatan serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.