Taman Merah Putih Jadi Pusat UMKM dan Santai, Sebagian Hasilnya untuk Beli Kain Kafan Warga Miskin

Ketua Pemuda Molosipat W Bangkit, Hermawan Prayoga Mozin ( F. Fahri)
Ketua Pemuda Molosipat W Bangkit, Hermawan Prayoga Mozin ( F. Fahri)

Otanaha.id -

GORONTALO – Taman Merah Putih di Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, kini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan tempat rekreasi favorit warga. Dulunya kawasan ini hanyalah lahan kosong yang terkesan tidak terawat. Namun, setelah proyek normalisasi sungai dan pembangunan tanggul oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II, kawasan ini disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang kini dikelola langsung oleh Pemuda Molosipat W. bangkit.

Taman Merah Putih kini juga menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM. Tercatat ada sekitar 20 pelaku UMKM yang aktif berjualan di kawasan ini, mulai dari makanan, minuman, hingga permainan anak-anak. Para pelaku UMKM dikenakan tarif harian sebesar Rp7.000, dan jika menggunakan listrik, tarifnya menjadi Rp10.000 per hari.

Menariknya, hasil dari retribusi tersebut tidak hanya digunakan untuk operasional dan perawatan taman, tetapi juga dialokasikan untuk membeli kain kafan bagi warga miskin yang membutuhkan. Ketua Pemuda Molosipat Bangkit, Hermawan Prayogo Mozin, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul karena adanya kejadian warga yang meninggal namun kesulitan mendapatkan kain kafan karena keterbatasan biaya.

“Kami pernah menemui kasus di mana warga yang meninggal tidak mampu membeli kain kafan karena tidak terdaftar di rukun duka dan dana yang tersedia sangat terbatas. Melihat kondisi ini, kami sepakat untuk menyisihkan hasil dari taman ini untuk membeli kain kafan agar warga yang membutuhkan tidak lagi kesulitan di saat berduka,” ungkap Hermawan

Selain menjadi pusat ekonomi dan ikon baru di Kota Gorontalo, khususnya di kecamatan Kota barat yakni Kelurahan Molosipat W. Taman Merah Putih kini juga menjadi simbol kepedulian sosial. Para pemuda Molosipat W tidak hanya berperan dalam pengelolaan taman, tetapi juga turut meringankan beban warga yang lagi berduka . Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dan kebersamaan dapat terwujud melalui pengelolaan yang kreatif dan peduli terhadap masyarakat sekitar.

Hermwan Prayoga Mozin menambahkan, jika suatu saat pengelolaan taman ini diserahkan ke pemerintah kota, diharapkan pengelolaan oleh pemuda tetap bisa dilanjutkan. “Kami ingin Taman Merah Putih tetap menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus bermanfaat bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” tandasnya.

Taman Merah Putih kini bukan sekadar tempat nongkrong, tetapi telah menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan kepedulian sosial di Kelurahan Molosipat W.