UBM Gorontalo Dorong Mahasiswa Aktif di Organisasi dengan Pendampingan Akademik

Default Caption
Default Caption

Otanaha.id -

Gorontalo – Keberhasilan studi di Perguruan Tinggi merupakan tujuan dari setiap individu mahasiswa. Untuk mendapatkan hasil terbaik, tentu banyak tantangan yang dihadapi. Selain meraih prestasi akademik, para mahasiswa juga dilatih untuk pengembangan soft skill melalui kegiatan organisasi.

Kampus Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, terus mendorong mahasiswa untuk dapat mengembangkan kualitas dan wawasan melalui organisasi, dengan pendampingan akademik. Dimana, perlu diatur pembagian waktu dan skala prioritas dari kegiatan yang diikuti. Dengan fokus utama pada disiplin dalam perkuliahan guna mencapai prestasi akademik.

Menurut Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan MBKM, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep, yang ditemui pada Jumat (14/3/2025) sore, mengatakan “UBM Gorontalo terus mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam organisasi mahasiswa, baik internal maupun eksternal. Mahasiswa diharapkan mendapatkan ruang belajar non-formal yang sangat kaya akan pengalaman. Aktivitas di organisasi, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima), maupun organisasi eksternal yang berkomisariat di UBM sesuai dengan ketentuan berlaku. Ini memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang, sehingga dapat melatih kemampuan berkomunikasi, manajemen waktu, problem solving, kepemimpinan, dan kemampuan lainnya,” jelas Andriyanto.

Pengalaman berorganisasi dapat menjadi nilai tambah ketika lulus dan bersiap memasuki dunia kerja. Banyak perusahaan yang tidak hanya melihat prestasi akademik, tetapi juga keaktifan calon karyawannya mengikuti organisasi atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

“Mahasiswa yang aktif berorganisasi cenderung lebih dinamis, kreatif dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Karena sudah teruji melalui etika yang baik dan disiplin, serta yang tidak kalah penting kompetensi soft skill yang dimiliki juga lebih baik,” ungkap Andriyanto.

Salah satu mahasiswa UBM Gorontalo yang memiliki prestasi akademik, juga aktif dalam organisasi di bidang literasi, Prisilia Putri Naki. Saat ini duduk di Semester VI Program Studi Administrasi Rumah Sakit menceritakan pengalamannya menjadi mahasiswa dengan aktivitas studi di kampus dan juga aktif berorganisasi.

Prisilia, saat ini menjabat Ketua UKM Debat UBM Gorontalo, pernah juga menduduki jabatan pada Organisasi Hima Prodi ARS dan BEM UBM Gorontalo. Namun, ia tetap komitmen pada kegiatan perkuliahan dan akademik, sehingga saat ini dirinya berhasil meraih IPK 3,90.

“Selain aktif di organisasi intra Kampus, saya juga tergabung di organisasi ekstra yakni Komunitas Sampul Belakang, yang fokus pada penalaran dan pengembangan budaya literasi melalui berbagai kegiatan positif, seperti Diskusi Buku, Menulis, Mimbar Bebas, membuat video pendek, Teater, dan Musikal Puisi,” terang Prisilia. Komunitas yang sudah 6 tahun berdiri ini pun telah mendapat dukungan dan diakui oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, dengan berbagai kegiatan yang fokus menyebarluaskan budaya literasi di mahasiswa dan masyarakat Gorontalo.

Komunitas ini sangat cocok bagi mahasiswa, karena banyak program menarik dan memiliki tujuan yang jelas bagi para anggotanya, yaitu menanamkan budaya literasi, melalui berbagai kegiatan dan penggunaan Bahasa Indonesia dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Ia mengaku, dapat membagi waktu antara kuliah dan aktif di komunitas. Dalam hal ini, Komunitas tidak memaksakan anggotanya untuk selalu hadir pada setiap kegiatan. Ada semacam saling pengertian, karena anggotanya mayoritas berisi para mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang di Provinsi Gorontalo.

“Para senior yang ada di Komunitas sangat humble, asyik, pengertian dan banyak memberikan motivasi kepada para junior untuk terus mengasah kemampuan dan soft skill. Hal ini tentu membuat seluruh anggota menjadi semangat dan akrab pada setiap kegiatan yang dilakukan,” ungkap Prisilia.

Dengan aktivitas di Kampus dan organisasi ekstra, Prisilia mengaku mendapatkan dukungan orang tuanya. Ia ingin terus meningkatkan soft skill dan membuka wawasan lebih luas lagi. Karena dengan berorganisasi bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, wawasan, pengalaman, dan relasi yang lebih baik lagi.

Sebagai mahasiswa di era digital saat ini, sangat penting untuk bergabung dengan organisasi ekstra, karena dapat melihat kemampuan dan soft skill teman-teman dalam organisasi ekstra dengan latar belakang keilmuan dan Kampus yang berbeda, menambah wawasan dan mendorong diri sendiri untuk terus meningkatkan soft skill.

“Sebagai mahasiswa, teruslah mengeksplorasi wadah aktualisasi diri kita, memilih organisasi yang meningkatkan soft skill lebih baik, positif, penuh suasana kekeluargaan dan keakraban, dan yang paling penting adalah tidak mengganggu kegiatan akademik di kampus, sehingga kita juga fokus untuk peningkatan Presta