Komisi I DPRD Gorontalo Pantau Ketat Keamanan Malam Qunut di Batudaa dan Tabongo

Ketua Komisi I, Fadli Poha, bersama sejumlah anggota DPRD melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Batudaa dan Kecamatan Tabongo ( F. Hms)
Ketua Komisi I, Fadli Poha, bersama sejumlah anggota DPRD melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Batudaa dan Kecamatan Tabongo ( F. Hms)

Otanaha.id -

Gorontalo – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Batudaa dan Kecamatan Tabongo untuk memantau langsung situasi keamanan dan ketertiban selama perayaan Malam Qunut, yang merupakan tradisi khas masyarakat Gorontalo saat memasuki pertengahan Ramadan. Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi I, Fadli Poha, bersama sejumlah anggota DPRD, yang disambut langsung oleh Waka Polsek Batudaa, IPDA Lili Dukalang.

Malam Qunut merupakan salah satu momentum yang paling dinantikan oleh warga Gorontalo, terutama di wilayah Batudaa dan Tabongo. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan identik dengan kegiatan makan pisang dan kacang sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur di tengah bulan Ramadan. Meski suasana dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan, termasuk munculnya keramaian layaknya pasar Senggol, namun tradisi makan pisang dan kacang tetap menjadi ikon yang melekat pada perayaan Malam Qunut.

IPDA Lili Dukalang menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban selama perayaan Malam Qunut hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali. Namun, ia mengakui adanya titik kritis di area lahan parkir, yang sering kali menjadi sumber konflik antar kelompok tertentu. Meski demikian, jajaran Polsek Batudaa telah mengantisipasi potensi gesekan tersebut dengan memperketat pengawasan dan pengamanan di lapangan.

“Kami telah menerjunkan dua tim pengamanan, masing-masing untuk Kecamatan Batudaa dan Kecamatan Tabongo. Petugas kami terus memantau dan bersiaga untuk memastikan perayaan berlangsung aman dan tertib,” ungkap IPDA Lili Dukalang.

Ketua Komisi I, Fadli Poha, mengapresiasi langkah cepat dan sigap dari Polsek Batudaa dalam menjaga stabilitas keamanan selama Malam Qunut. Fadli berharap aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang puncak perayaan yang jatuh pada malam Minggu mendatang.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Polsek Batudaa dalam mengawal jalannya Malam Qunut. Saya berharap ketertiban dan keamanan tetap terjaga, terutama di malam puncak nanti yang pasti akan dihadiri lebih banyak warga. Tradisi ini harus dijaga dengan baik agar tetap menjadi bagian dari identitas budaya Gorontalo,” ujar Fadli Poha.

Selain pengamanan oleh aparat kepolisian, peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban juga menjadi kunci utama kelancaran perayaan Malam Qunut. Kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif, sehingga tradisi yang sarat makna ini dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Dengan pengamanan yang terus diperketat dan koordinasi yang solid antara aparat dan masyarakat, perayaan Malam Qunut di Batudaa dan Tabongo diharapkan akan berlangsung aman, tertib, dan meriah tanpa kendala berarti.