KOTA GORONTALO – Banjir besar kembali melanda Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Senin (17/3/2025). Sebanyak 1.150 jiwa dari 260 kepala keluarga (KK) menjadi korban akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.
Menurut Mulyono Mardjun, Fungsional Ahli Muda BPBD Kota Gorontalo, banjir kali ini merendam 190 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 50 cm. Kondisi ini membuat warga panik dan terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Data sementara dari Pemerintah Kelurahan Talumolo mencatat ada 260 KK terdampak banjir. Kami terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan penanganan,” ujar Mulyono kepada awak media.
Banjir yang terjadi diduga dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi sejak malam sebelumnya, sehingga menyebabkan meluapnya saluran drainase dan sungai di sekitar Kelurahan Talumolo. Akibatnya, air dengan cepat merendam rumah-rumah warga dan memaksa sebagian besar dari mereka untuk mengungsi.
Tim BPBD Kota Gorontalo bersama aparat pemerintah setempat langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Warga yang terdampak, terutama lansia, anak-anak, dan ibu hamil, diprioritaskan dalam proses evakuasi.
“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat proses evakuasi dan menyiapkan kebutuhan darurat bagi para korban, termasuk makanan, selimut, dan obat-obatan,” tambah Mulyono.
Hingga berita ini diturunkan, banjir mulai berangsur surut, namun warga diminta tetap waspada karena potensi hujan deras masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. BPBD dan aparat terkait juga terus bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Sementara itu, beberapa warga mengungkapkan kekhawatiran mereka atas kondisi ini. “Banjir kali ini cukup parah, kami terpaksa mengungsi karena air sudah setinggi lutut. Harapan kami, pemerintah bisa segera mencari solusi jangka panjang agar banjir ini tidak terus terulang,” ujar salah satu warga Talumolo.
Dengan jumlah warga terdampak yang cukup besar dan kondisi cuaca yang masih berpotensi buruk, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi evakuasi jika situasi kembali memburuk. “Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tegas Mulyono.



















