GORONTALO – Ratusan penumpang Batik Air tujuan Gorontalo – Jakarta terpaksa harus menunda perjalanan mereka akibat kerusakan pada pesawat yang seharusnya membawa mereka terbang. Lebih parahnya lagi, tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak maskapai terkait perbaikan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun media otanaha id, penerbangan yang dijadwalkan berangkat pukul 08.00 WITA mengalami penundaan mendadak. Para penumpang baru mengetahui adanya kendala teknis sekitar pukul 10.00 WITA, tanpa ada pemberitahuan resmi sebelumnya. Hal ini memicu kekecewaan dan keluhan dari para penumpang yang telah bersiap untuk terbang.
Hendra, salah satu penumpang, mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya informasi dari pihak maskapai.
“Seharusnya kami berangkat pukul 08.10 WITA, tapi tiba-tiba ada perbaikan pesawat tanpa pemberitahuan. Kami baru tahu sekitar jam 10 pagi,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Akibat keterlambatan ini, banyak penumpang, terutama yang ingin mudik ke Jakarta, merasa kecewa karena harus menunggu berjam-jam di Bandara Djalaludin Gorontalo tanpa kepastian yang jelas. Bahkan, beberapa di antara mereka khawatir perjalanan pulang kampung mereka akan terganggu.
“Kalau dari awal diberitahu, mungkin kami bisa mencari alternatif lain. Tapi ini kami terpaksa menunggu sampai pesawat selesai diperbaiki. Kalau terus begini, kami bisa-bisa lebaran di kampung orang,” kata Hendra menirukan keluhan beberapa penumpang lainnya.
Kepala Bandara Djalaludin Gorontalo, Joko Harjani, menjelaskan bahwa penerbangan Batik Air tersebut tidak dibatalkan, melainkan mengalami penundaan karena kerusakan pada sistem hidrolik pesawat. Saat ini, pihak maskapai tengah menunggu kedatangan suku cadang yang dibawa dari Makassar menggunakan Lion Air pada pukul 14.00 WITA.
“Ada 139 penumpang terdampak. Pihak maskapai sedang berupaya memperbaiki pesawat secepat mungkin setelah suku cadang tiba,” jelasnya.
Penumpang yang terdampak diharapkan bersabar menunggu hingga pesawat siap diterbangkan. Menurut estimasi, penerbangan kemungkinan baru bisa dilakukan sekitar pukul 16.00 WITA.
Situasi ini menjadi pelajaran penting bagi maskapai untuk lebih transparan dalam memberikan informasi kepada penumpang agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.



















