Jelang Perayaan Ketupat, Penjual Bambu, Daun Woka, dan Bungkus Ketupat Mulai Ramai di Limboto Barat

Sudirman Laiya, penjual bambu selama 10 tahun ( Foto : Ist)
Sudirman Laiya, penjual bambu selama 10 tahun ( Foto : Ist)

Otanaha.id -

Gorontalo – Menjelang perayaan Ketupat, para penjual bambu, daun woka, dan bungkus ketupat mulai bermunculan di kawasan Tugu Ketupat, Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Pantauan gopos.id pada Sabtu (5/4/2025) siang, sejumlah pedagang terlihat menjajakan dagangannya di sepanjang area tugu.

Salah satu pedagang, Sudirman Laiya, mengungkapkan bahwa dirinya sudah berjualan bambu di kawasan tersebut selama 10 tahun. Ia menyebutkan bambu yang dijualnya berasal dari beberapa daerah, seperti Kecamatan Kuandang di Kabupaten Gorontalo Utara dan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

“Bambu ini saya ambil langsung dari sana. Satu batang bambu saya jual seharga Rp10 ribu,” ujar Sudirman.

Menurutnya, penjualan bambu sudah dimulai sejak beberapa hari terakhir. Ia mengaku permintaan masih tinggi, bahkan datang dari luar Kabupaten Gorontalo.

“Alhamdulillah, peminatnya banyak,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Salim, penjual bungkus ketupat, juga turut memanfaatkan momentum menjelang lebaran Ketupat. Ia mengaku baru mulai berjualan dalam sepekan terakhir. Bungkus ketupat dijual dengan harga Rp15 ribu per 20 buah.

“Saya jualan keliling. Alhamdulillah, sudah ada beberapa pembeli,” kata Salim.

Kehadiran para pedagang ini menjadi pertanda antusiasme masyarakat menyambut perayaan Ketupat, tradisi yang masih dijaga kuat di berbagai daerah di Gorontalo.