Rektor UNG Jenguk Mahasiswa KKN Korban Insiden Pemetaan di RSUD Aloei Saboe

Rektor UNG, Eduard Wolok saat menjenguk Mahasiswa KKN Korban Insiden Pemetaan di RSUD Aloei Saboe Rabu, ( 16 /4 2025) Foto: Ist
Rektor UNG, Eduard Wolok saat menjenguk Mahasiswa KKN Korban Insiden Pemetaan di RSUD Aloei Saboe Rabu, ( 16 /4 2025) Foto: Ist

Otanaha.id -

Gorontalo – Seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dikabarkan mengalami musibah saat melakukan kegiatan pemetaan. Mahasiswa tersebut, Fiqri Fariz Pakaya, yang juga menjabat sebagai Koordinator Desa (Kordes) dari Program Studi Teknik Geologi, kini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Aloei Saboe.

Rektor Uiversitas Negeri Gorontalo , Eduart Wolok, menyampaikan bahwa kondisi Fiqri saat ini mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Alhamdulillah, kondisi mahasiswa kita yang sedang dirawat di RS Aloei Saboe semakin membaik dan saat ini masih dalam penanganan intensif tim medis,” ujar Eduart.

Ia juga menyampaikan duka mendalam atas insiden yang menimpa para mahasiswa KKN, di mana salah satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas pemetaan. “Ini adalah kejadian yang tidak pernah kita harapkan. Mereka sedang menuntut ilmu dan berkontribusi di masyarakat, lalu tertimpa musibah. Kami sangat berduka,” kata Eduart.

Pihak kampus telah memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang menjadi korban, baik yang sedang dirawat maupun yang selamat. Eduart menambahkan, setelah penanganan medis, pihak universitas akan melakukan rehabilitasi bagi mahasiswa yang terdampak secara fisik maupun mental akibat kejadian tersebut.

“Kita akan terus memberikan perhatian dan pendampingan, terutama untuk proses pemulihan pasca kejadian ini,” pungkasnya.