Gorontalo – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango. Keputusan ini diambil menyusul insiden tragis yang menimpa sepuluh mahasiswa dari Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), pada Selasa malam (15/4/2025).
Sebanyak tiga mahasiswa dinyatakan meninggal dunia setelah terseret arus sungai saat menjalankan kegiatan lapangan. Tujuh mahasiswa lainnya berhasil selamat dan kini dalam proses pemulihan baik secara fisik maupun psikologis.
Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, M.Eng., menegaskan bahwa pihak kampus akan fokus pada penanganan korban dan penguatan protokol keselamatan di seluruh lokasi KKN.
“Untuk sementara waktu, KKN di Desa Dunggilata kami hentikan. Fokus kami saat ini adalah memastikan pemulihan para mahasiswa yang selamat, serta memberikan penghormatan yang layak kepada mereka yang telah berpulang,” ujar Eduart.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa segala proses penanganan korban meninggal akan dilakukan sesuai prosedur dan dikoordinasikan langsung oleh pihak universitas.
Rektor Eduart menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaksanaan KKN, terutama yang berada di wilayah rawan bencana.
“Kami akan mengeluarkan instruksi khusus dan memperketat pengawasan terhadap seluruh program KKN di desa-desa lain. Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama,” tambahnya.
Mahasiswa Korban
Meninggal Dunia:
1. Alfateha Ahdania Ahmadi – Ratatotok, Sulawesi Utara
2. Sri Maghfira Mamonto – Inobonto, Sulawesi Utara
3. Regina Malaka – Buntulia, Pohuwato
Mahasiswa Selamat:
1. Fiqri Fariz K Pakaya – Kuala Besar, Kec. Paleleh, Sulawesi Tengah
2. Risman Ahmad – Taliabu
3. Sukirman Satar – Kambani, Sulawesi Tengah
4. Nirmawati Musa – Buntulia, Pohuwato
5. Lisda B Laindjong – Dutuno, Buol, Sulawesi Tengah
6. Ahmad Firli Aprilio Mamonto – Upay, Kotamobagu
7. Alif Rahmat Sandhi – Isimu, Gorontalo
Operasi pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan berlangsung dramatis mengingat derasnya arus sungai yang menjadi lokasi kejadian. Cuaca buruk serta medan yang sulit turut menyulitkan proses evakuasi. Meski demikian, ketujuh mahasiswa berhasil diselamatkan berkat kerja keras tim SAR dan warga setempat.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi UNG dan institusi pendidikan lainnya dalam merancang dan mengelola program pengabdian masyarakat, terutama di wilayah dengan risiko alam yang tinggi. Kegiatan KKN memang membawa nilai pengabdian yang besar, namun aspek keselamatan tak boleh luput dari perencanaan dan pelaksanaan.




















