Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo melalui Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) menggelar Lokakarya Visi dan Misi Program Studi (Prodi) S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Sabtu (10/5/2025), bertempat di Kampus UBM Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka di Ruang Akreditasi Kampus UBM Gorontalo dan daring melalui aplikasi Zoom Meeting.
Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam pengembangan keilmuan K3, dengan fokus pada penyempurnaan visi, misi, tujuan, sasaran, pengembangan kurikulum, serta relevansi implementasi Prodi K3 di dunia kerja dan masyarakat.
Kegiatan menghadirkan narasumber utama, Prof. Indri Hapsari Susilowati, Ph.D, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan pakar K3 nasional. Dalam materinya, Prof. Indri menekankan pentingnya peran Prodi K3 dalam menyiapkan lulusan yang kompeten menghadapi dunia kerja sesuai standar kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja. Ia juga menyoroti perlunya pendekatan K3 untuk kelompok rentan seperti pekerja muda, lansia, dan perempuan.
Menurutnya, visi dan misi Prodi K3 harus menunjukkan kebermanfaatannya dalam dunia industri serta adaptif terhadap teknologi informasi. Kurikulum akademik pun harus terus dievaluasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan dan tren di dunia kerja.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Ikram Muhammad, M.Si, selaku Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akademik (BPMA) UBM Gorontalo. Ia memaparkan strategi perancangan visi, misi, tujuan, sasaran, dan kurikulum Program Studi K3 di lingkungan UBM.
Lokakarya juga diisi dengan diskusi terarah bersama para ahli, seperti Ketua Persatuan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI), Ketua Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia (PAKKI), perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Gorontalo, perwakilan perusahaan, serta dosen-dosen Prodi K3 UBM.
Ketua Prodi S1 K3, Arpin, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi dan perencanaan akademik Prodi, guna menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin menyempurnakan visi dan misi Prodi K3 yang saat ini mengusung visi: ‘Melalui Prodi K3 yang unggul di bidang maritim, menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter mandiri, dan berdaya saing internasional pada tahun 2040’,” ujar Arpin.
Ia menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memperkuat ciri khas Prodi K3 UBM Gorontalo, khususnya di bidang K3 Maritim dan umum, agar lulusannya mampu bersaing secara nasional maupun internasional.
Lokakarya ditutup dengan sesi diskusi dan sharing untuk merumuskan kembali visi, misi, tujuan, sasaran, serta penguatan kurikulum Prodi K3. Hal ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan, relevansi keilmuan, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat.




















