Webinar Nasional 2025: FIPB UBM Gorontalo Dorong Penguatan Karakter Mahasiswa di Era Digital

UBM Gorontalo Menggelar Webinar Nasional 2025 sebagai respon terhadap maraknya dekadensi moral di kalangan mahasiswa akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi ( Foto : Hms)
UBM Gorontalo Menggelar Webinar Nasional 2025 sebagai respon terhadap maraknya dekadensi moral di kalangan mahasiswa akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi ( Foto : Hms)

Otanaha.id -

Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, melalui Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB), menggelar Webinar Nasional 2025 sebagai respon terhadap maraknya dekadensi moral di kalangan mahasiswa akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom pada Kamis (15/5/2025), dan diikuti sekitar 300 peserta.

Webinar ini menghadirkan empat narasumber nasional yang ahli di bidangnya, yakni:

Prof. Dr. Agus Kristanto, M.Pd. (Ketua Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia/APS-TPI)

Dr. Azis Rachman, MM. (Ketua APTISI Provinsi Gorontalo)
Prof. Dr. Novianty Djafry, M.Pd. (Ketua DPW Perempuan ICMI Provinsi Gorontalo)

Dr. Imam Mashudi, M.Pd. (Dekan FIPB UBM Gorontalo)

Dekan FIPB, Dr. Imam Mashudi, mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi telah membawa dampak negatif terhadap karakter mahasiswa, seperti lunturnya sikap disiplin, kejujuran, sopan santun, dan munculnya krisis emosional serta kecanduan game online.

“Situasi ini menjadi peringatan penting. Melalui webinar ini, kami ingin merumuskan strategi untuk mengembalikan nilai-nilai karakter luhur mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Dr. Imam.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter yang menumbuhkan empati, menghormati perbedaan, serta membangun budaya inklusif di lingkungan kampus. “Peran dosen sangat krusial. Pesan moral yang tulus dari dosen dapat memberi dampak yang lebih mendalam dibandingkan aturan formal,” tambahnya.

Webinar ini diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta tentang rekonstruksi pendidikan karakter di perguruan tinggi, termasuk peran perempuan dan institusi dalam membentuk generasi unggul yang berakhlak.

“Terima kasih kepada Rektor UBM Gorontalo, Ketua Yayasan Prof. Dr. Agus Kristanto, dan seluruh civitas akademika atas dukungan dan partisipasinya, sehingga acara ini berjalan lancar,” tutup Dr. Imam.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, membuka peluang kolaborasi lebih luas, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, semoga ini menjadi langkah awal untuk membangun kembali akhlak dan etika mahasiswa di tengah tantangan zaman.”