Gorontalo – Komunitas Kicau Mania Gorontalo (KMG) kembali menggelar ajang lomba burung berkicau tingkat regional Sulawesi pada Ahad, 18 Mei 2025, bertempat di Gorontalo Bird Club (GBC), Kota Gorontalo.
Kegiatan ini merupakan kali ketiga diselenggarakan oleh panitia pelaksana dari BnR Gorontalo bekerja sama dengan komunitas pecinta burung dari berbagai daerah di Sulawesi. Sementara itu, KMG Cup sendiri telah digelar sebanyak delapan kali. Di luar event utama, beberapa turnamen juga pernah diselenggarakan atas dukungan sponsor, seperti HJ. Rahmawati Jahha Cup yang sudah lima kali berlangsung.
Ketua panitia pelaksana sekaligus Ketua KMG, Yong Ferry, menyampaikan bahwa lomba ini terbuka untuk peserta dari seluruh wilayah Sulawesi, dengan fokus utama peserta dari Provinsi Gorontalo dan sekitarnya.
“Ini adalah ajang regional Sulawesi. Pesertanya datang dari berbagai daerah seperti Palu, Kota Raya, Toli-Toli, dan Poso di Sulawesi Tengah, serta Manado, Minahasa Utara, Bitung, dan Kotamobagu di Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Lomba ini mempertandingkan 23 kelas burung, di antaranya murai batu, sogon lokal, dan lovebird. Khusus untuk lovebird, terdapat kriteria penilaian tersendiri meskipun termasuk dalam kategori burung berkicau.
“Lovebird memiliki karakter penilaian yang unik, berbeda dari jenis burung lainnya,” tambah Yong Ferry.
Dengan total hadiah mencapai Rp30 juta, ajang ini disambut antusias oleh para kicau mania. Hingga hari pelaksanaan, peserta yang mendaftar hampir mencapai 200 orang.
“Jumlah peserta sudah mendekati angka 200. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi,” ujarnya.
Panitia juga memberikan berbagai penghargaan, tak hanya untuk juara di masing-masing kelas, tetapi juga penghargaan untuk burung terbaik di empat kelas, juara tim (Bird Club), dan juara individu atau Single Fighter.
Selain kompetisi utama, kegiatan ini juga diramaikan dengan puluhan doorprize menarik, mulai dari peralatan elektronik hingga kandang burung.
Adapun penilaian lomba meliputi beberapa aspek penting seperti irama lagu, durasi kerja, volume suara, gaya, serta kondisi fisik burung.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, KMG Cup juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pecinta burung di Sulawesi.
“Ini bukan hanya tentang lomba, tapi juga pertemuan bagi para pecinta burung dari berbagai daerah. Kami berharap kegiatan ini mempererat solidaritas komunitas kicau mania se-Sulawesi,” tutup Yong Ferry.























