Gorontalo Juara Nasional Konsumsi Cabai Rawit: Tertinggi Se-Indonesia, 0,4 Kg Per Orang Per Bulan

Cabe Rawit ( Foto: Ist)
Cabe Rawit ( Foto: Ist)

Otanaha.id -

Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mengungkap fakta menarik dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024: Provinsi Gorontalo menempati peringkat pertama nasional dalam konsumsi cabai rawit per kapita.

Setiap orang di Gorontalo rata-rata mengonsumsi 0,4 kilogram cabai rawit setiap bulan. Angka ini menempatkan Gorontalo sebagai daerah dengan konsumsi cabai rawit terbanyak di Indonesia secara per kapita.

‎”Ini bukan berarti seluruh penduduk Gorontalo mengonsumsi cabai paling banyak secara total, tapi kalau dibandingkan per orang, masyarakat Gorontalo tertinggi secara nasional,” ungkap Siti Ainun Puili, SST, Statistisi Ahli Pertama  yang merupakan Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Gorontalol

‎Angka konsumsi ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 0,34 kilogram per kapita per bulan. Meski data konsumsi cenderung fluktuatif sejak 2016, capaian 2024 ini tercatat sebagai yang tertinggi selama delapan tahun terakhir.

Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Gorontalo
Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Gorontalo

‎Fenomena ini menjadi sorotan publik, terutama setelah viralnya tren “Gak Pedas Gak Makan” di media sosial, yang mencerminkan budaya konsumsi makanan pedas di Gorontalo. Namun tingginya konsumsi cabai rawit ini juga membawa konsekuensi penting pada sisi ketersediaan dan harga.

‎”Kalau konsumsi tinggi, demand-nya jelas ada. Maka penting untuk menjaga pasokan cabai rawit agar harga tetap stabil di pasaran,” ujar Siti. “Ini jadi pekerjaan rumah bagi semua pihak di Gorontalo, termasuk pemerintah daerah, petani, dan distributor.”

‎Terkait produksi, BPS juga mencatat data produktivitas cabai rawit melalui tim statistik produksi. Informasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan cabai lokal bisa dipenuhi oleh hasil produksi daerah sendiri, sehingga ketergantungan terhadap pasokan luar bisa diminimalisir.

‎Susenas sendiri merupakan survei nasional yang dilaksanakan dua kali dalam setahun—setiap bulan Maret dan September—untuk menghasilkan berbagai indikator sosial dan ekonomi, termasuk kemiskinan, pengeluaran konsumsi, hingga pola konsumsi rumah tangga.

‎Dengan data ini, diharapkan kebijakan pangan dan pertanian di Gorontalo bisa lebih tepat sasaran dan menjawab langsung kebutuhan serta budaya konsumsi masyarakatnya.