‎Longsor Terjang Desa Dulamayo: Ratusan Warga Mengungsi, Fasilitas Umum Rusak Parah

Pasar Dulamayo Selatan, Lokasi Pengungsian Warga yang terdampak tanah Longsor( Foto: Fahri)
Pasar Dulamayo Selatan, Lokasi Pengungsian Warga yang terdampak tanah Longsor( Foto: Fahri)

Otanaha.id -

Kabupaten Gorontalo — Dua titik longsor besar menerjang Desa Dulamaya, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Minggu malam (1/6), memaksa 263 jiwa dari 68 kepala keluarga mengungsi ke tempat aman. Material longsor berupa tanah, batu, dan lumpur menghantam permukiman warga, merusak sejumlah fasilitas umum, serta memutus akses penting seperti listrik dan air bersih.

‎Longsor pertama menerjang Puskesmas Talaga Puncak, menyebabkan dinding bangunan jebol. Sementara longsor kedua yang lebih mengkhawatirkan terjadi di hulu sungai kecil Pepalos, di mana material longsor menutup aliran sungai hingga membentuk bendungan alami berisi lumpur dan batu besar. Warga khawatir bendungan ini dapat jebol sewaktu-waktu dan menerjang permukiman di bawahnya.

‎“Kami khawatir longsoran susulan bisa menyeret rumah-rumah warga di kompleks kantor desa, sekolah, dan puskesmas. Maka saya minta semua segera mengungsi,” ujar Usman Sauridi, Kepala Desa Dulamaya Selatan.

‎Usman juga menambahkan bahwa listrik padam total sejak malam kejadian hingga pukul 07.00 WITA keesokan harinya, menyebabkan warga semakin panik karena kondisi gelap gulita dan terputusnya komunikasi. Akibatnya, proses evakuasi dan koordinasi sempat terkendala. Setelah listrik kembali menyala, pemerintah desa baru dapat menghubungi camat dan dinas sosial.

‎ “Bantuan belum masuk. Untuk sementara, warga bertahan secara mandiri. Kami hanya bisa membantu sebisanya — air minum pun ikut terputus akibat longsor,” ungkapnya.

‎Pengungsian difokuskan di kompleks Pasar Baru, lokasi yang dinilai paling aman saat ini. Sebagian besar warga menumpang di rumah keluarga dan relawan. Bahkan, ada rumah warga yang menampung hingga enam kepala keluarga dalam satu malam, tidur berdesakan demi keselamatan.

‎Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, satu rumah warga yang berada di dekat hulu sungai mengalami kerusakan parah pada bagian dapur akibat tergerus longsor.

‎Pemerintah desa telah mengimbau seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor untuk tetap waspada dan, bila memungkinkan, mengungsi sementara waktu. Hal ini mengingat curah hujan yang masih tinggi serta kondisi tanah yang labil.