PMI Gorontalo Pastikan Stok Darah Aman Berkat Donor Rutin dan Kolaborasi ‎

Kepala Markas PMI Provinsi Gorontalo, Yahya Ibrahim ( Foto : Fahri)
Kepala Markas PMI Provinsi Gorontalo, Yahya Ibrahim ( Foto : Fahri)

Otanaha.id -

Gorontalo, 2 Juni 2025 — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo memastikan ketersediaan darah di wilayah tersebut dalam kondisi aman.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Markas PMI Gorontalo, Yahya Ibrahim, di ruang kerjanya, Senin (2/6), usai melaporkan hasil berbagai kegiatan donor darah yang digelar belakangan ini.

‎“Stok darah aman. Kami terus aktif melakukan donor darah melalui kerja sama lintas instansi dan komunitas. Salah satu kegiatan besar baru-baru ini dilakukan bersama BNN Kota Gorontalo, menghasilkan 318 kantong darah hanya dalam sehari,” kata Yahya.

‎Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Menurut Yahya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga memiliki dampak besar dalam membantu masyarakat.

‎Selain kerja sama dengan BNN, PMI juga menjalankan program “Jemput Bola ke Kampus”, yang menyasar perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Gorontalo, dan lainnya. Program ini terbukti efektif, dengan capaian rata-rata 100 kantong darah dalam setiap kunjungan.

‎Untuk mendorong partisipasi, PMI memberikan insentif berupa voucher belanja senilai Rp50.000 bagi setiap pendonor, hasil kolaborasi dengan jaringan ritel nasional. Di beberapa kampus seperti Universitas Muhammadiyah Gorontalo, kerja sama dilakukan langsung dengan unit usaha milik kampus.

‎“Kami ingin mahasiswa dan dosen merasa dihargai. Maka kami berikan bentuk apresiasi seperti voucher belanja, susu, dan vitamin,” jelas Yahya.

‎Distribusi darah yang terkumpul dilakukan secara cepat ke seluruh rumah sakit di Gorontalo, termasuk Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo yang merupakan pengguna darah terbesar di wilayah tersebut.

‎Tidak hanya kampus, PMI juga membuka ruang kerja sama dengan komunitas dan organisasi masyarakat. Bagi setiap kegiatan donor darah yang digelar, PMI memberikan dukungan berupa dana operasional sesuai jumlah kantong yang berhasil dikumpulkan:

‎5–10 kantong: Rp500.000
‎11–20 kantong: Rp1.000.000
‎21–30 kantong: Rp1.500.000
‎Lebih dari 30 kantong: Rp2.000.000

‎“Banyak komunitas dan mahasiswa yang manfaatkan program ini. Kami terbuka terhadap siapa pun yang ingin berkontribusi,” tambahnya.

‎Yahya juga menyampaikan terima kasih kepada media yang telah membantu menyebarluaskan informasi kegiatan PMI. Menurutnya, peran media sangat penting dalam menggerakkan masyarakat untuk berdonor.

‎Dengan berbagai strategi ini, PMI Gorontalo optimistis kebutuhan darah akan terus terpenuhi, terutama menjelang peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang puncaknya digelar bulan Juni ini.