KOTA GORONTALO — Setelah sempat terdampak efisiensi besar-besaran akibat lesunya aktivitas perhotelan, Fox Hotel Gorontalo kini mulai menunjukkan pemulihan. Tren okupansi dan aktivitas hotel perlahan membaik seiring pelonggaran kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan kegiatan di ruang publik, termasuk hotel.
IT Manager Fox Hotel Gorontalo, Muthalib Yusuf, menyampaikan bahwa tantangan selama masa efisiensi menjadi pelajaran penting bagi manajemen dalam menjaga keberlangsungan operasional. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan (corporate) sebagai sumber pemasukan alternatif.
“Kami bersyukur bisa bertahan di masa sulit. Kerja sama dengan pihak corporate sangat membantu, ditambah upaya efisiensi energi di semua sektor operasional,” ungkap Muthalib saat ditemui, Jumat (13/6/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam kondisi tertekan sekalipun, pihak hotel tidak mengambil opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Fox Hotel memilih langkah efisiensi yang berfokus pada pengurangan pengeluaran non-kritis, seperti energi dan utilitas.
“Kami sangat menjaga nilai kemanusiaan dalam manajemen. Efisiensi bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan tenaga kerja,” jelasnya.
Kini, dengan mulai pulihnya aktivitas perhotelan dan meningkatnya permintaan terhadap venue acara di Gorontalo, Fox Hotel berharap dapat terus berkontribusi dalam perputaran ekonomi lokal.
“Kami optimis tren positif ini terus berlanjut. Semoga perhotelan di Gorontalo kembali bergairah dan memberi dampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Muthalib.
Fox Hotel Gorontalo menjadi salah satu contoh bagaimana sektor jasa akomodasi bisa beradaptasi dan bertahan di tengah tekanan, dengan mengedepankan efisiensi cerdas tanpa mengorbankan sumber daya manusia. (Hadi)




















