GORONTALO — Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kini menjadi magnet politik baru di Provinsi Gorontalo. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah tokoh penting dan berpengaruh secara resmi menyatakan bergabung ke partai besutan Prabowo Subianto tersebut.
Fenomena ini disebut sebagai gelombang “hijrah politik” yang mulai menguat menjelang kontestasi politik ke depan. Tokoh-tokoh yang bergabung antara lain Adhan Dambea (Wali Kota Gorontalo), Idra Gobel (Wakil Wali Kota Gorontalo), Nixon Ahmad (mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo), Ramdan Datau (mantan Ketua DPC PAN Kota Gorontalo), serta Tien Mobiliu (mantan anggota DPRD Kota Gorontalo yang juga eks kader Partai Hanura).
Masuknya para tokoh ini dinilai bukan hanya mengubah peta kekuatan politik lokal, tetapi juga mempertegas posisi Gerindra sebagai partai yang makin solid dan diminati oleh masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Regional (Koreg) Partai Gerindra Wilayah Sulawesi, Abdul Karim Aljufri, usai menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada para tokoh yang bergabung.
“Fenomena hijrah tokoh ini adalah sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Gerindra terus meningkat. Kami menyambut mereka sebagai energi baru untuk memperkuat perjuangan politik bersama,” ujar Karim.
Abdul Karim menegaskan bahwa di tubuh Partai Gerindra tidak dikenal istilah “kader lama” ataupun “kader baru”. Setiap kader yang telah bergabung memiliki hak, ruang, dan kepercayaan yang sama.
“Sekali menjadi kader Gerindra, maka dia adalah bagian dari keluarga besar kami. Tidak ada kasta. Semua punya hak dan tanggung jawab politik yang sama,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Gerindra sangat selektif dalam menerima kader. Integritas dan kapasitas menjadi pertimbangan utama.
“Kami tidak sembarangan mengangkat seseorang sebagai kader. Prinsip kami jelas—kualitas lebih penting daripada kuantitas,” kata Karim.
Karim juga mengingatkan bahwa masuknya tokoh-tokoh baru bukan hal yang asing. Sejak 2012, sudah ada tokoh seperti Elnino Mohi yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Provinsi Gorontalo dan telah lebih dulu memberikan kontribusi besar untuk partai.
“Bergabungnya para tokoh ini bukan untuk memperlemah yang sudah ada, tapi justru untuk memperkuat barisan. Gerindra bukan tempat untuk adu kekuatan, melainkan tempat untuk saling menguatkan,” ungkapnya.
Juru Bicara Partai Gerindra Gorontalo, Wahidin Ishak, SH, menambahkan bahwa setiap kader, tanpa memandang latar belakang politik sebelumnya, harus menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan daerah.
“Orientasi kami bukan semata jabatan atau kursi kekuasaan, melainkan seberapa besar kontribusi yang bisa diberikan kepada rakyat dan bangsa,” tegas Wahidin.
Ia juga menjelaskan urutan prioritas dalam perjuangan politik Gerindra, yaitu:
1. Kepentingan negara dan daerah,
2. Kepentingan rakyat,
3. Kepentingan partai,
4. Kepentingan pribadi atau individu.
“Ini yang selalu kami tekankan kepada seluruh kader Gerindra, baik yang lama maupun yang baru bergabung,” pungkas Wahidin.




















