Gorontalo – Puluhan mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Gizi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo melaksanakan kunjungan lapangan ke salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo, Kamis (19/6/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Kewirausahaan, Manajemen Industri Jasa Pangan, dan Pengembangan Produk, yang dibimbing langsung oleh Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, selaku dosen penanggung jawab.
Lokasi kunjungan dipusatkan di UMKM Flamboyan yang terletak di Jalan Taman Pendidikan, Moodu, Kota Gorontalo. Mahasiswa berkesempatan melakukan observasi langsung terhadap proses bisnis dan produksi pangan, mulai dari persiapan bahan, perencanaan produksi, manajemen stok, pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran.
Sebanyak 25 mahasiswa turut didampingi oleh beberapa dosen pengampu, yakni Jamaludin Abdi Purwanto, MP, Ni Luh Arwati, M.Kes, Deby Sinta Darise, M.KM, dan Sri Hardiyanti, S.Gz.
Menurut Deby Sinta Darise, M.KM, kunjungan ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami alur industri pangan dan dinamika kewirausahaan di tingkat UMKM.
“Mahasiswa dapat belajar langsung dari proses produksi hingga pengelolaan SDM. Ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan soft skill dan semangat berwirausaha,” ujarnya.
UMKM Flamboyan sendiri merupakan industri rumah tangga yang telah eksis hampir 30 tahun. Awalnya memproduksi kerajinan tangan seperti kerawang dan toples hias, namun sejak tahun 2003 mulai berinovasi ke produk olahan pangan, seperti keripik pisang, stik jagung, abon ikan, dan aneka makanan kemasan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi dapur produksi, beberapa gerai pemasaran, serta melakukan wawancara dengan pemilik usaha, Sonya Yahya, dan para pegawai UMKM.
Deby menambahkan bahwa pengalaman lapangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan ide usaha berbasis pangan bergizi. “Melalui pengamatan langsung dan interaksi dengan pelaku UMKM, mahasiswa memperoleh pemahaman praktis yang dapat mereka implementasikan dalam proyek kewirausahaan ke depan,” tutupnya.




















