Ghalieb Lahidjun Soroti Krisis Sosial di Gorontalo: Kekerasan Seksual, HIV dan Radikalisme.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, S.E., ( Foto : Ist)
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, S.E., ( Foto : Ist)

Otanaha.id -

Gorontalo – Dalam kunjungan kerja reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, S.E., menyampaikan sejumlah persoalan sosial yang dinilai sangat mendesak di hadapan Bupati Gorontalo saat agenda reses Dapil III di Kantor Bupati Gorontalo, Senin (23/6/2025).

‎Dalam paparannya, Ghalieb mengungkap kondisi memprihatinkan terkait penanganan korban kekerasan seksual di Kabupaten Gorontalo. Menurutnya, akibat kekurangan anggaran, anak-anak korban kekerasan yang seharusnya dirawat di rumah singgah, justru hanya dititipkan di rumah-rumah pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

‎ “Ini fakta memilukan. Saya pribadi sangat mengapresiasi kreativitas dan perjuangan jajaran dinas di daerah, karena mereka tetap bergerak meski anggaran tinggal Rp15 juta per bidang,” ujar Ghalieb.

‎Ghalieb yang duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, mengaku tengah mendorong percepatan pembentukan Perda Pengarusutamaan Gender yang sempat tertunda. Ia berharap kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten bisa diperkuat, termasuk kemungkinan provinsi mengambil alih beberapa beban urusan seperti kesehatan dan perlindungan anak.

‎Lebih lanjut, Ghalieb juga menyoroti penyebaran HIV/AIDS yang sudah menyentuh ranah sekolah. Ia bahkan menyebut ada guru di Kabupaten Gorontalo yang terdeteksi positif HIV.

‎”Masalah HIV/AIDS sudah menyentuh sekolah. Ini alarm bahaya. Bahkan ada paham radikalisme yang sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah dan Keberadaan  satu pelaku terorisme di pusat wilayah kini sedang diawasi,” tegasnya.