UBM Gorontalo Mantapkan Diri sebagai Kampus Inklusif Ramah Disabilitas

UBM Gorontalo terpilih terpilih sebagai salah satu dari 68 perguruan tinggi di Indonesia dalam Program Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Tahun 2025. Foto : Hms
UBM Gorontalo terpilih terpilih sebagai salah satu dari 68 perguruan tinggi di Indonesia dalam Program Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Tahun 2025. Foto : Hms

Otanaha.id -

Gorontalo – Komitmen Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo dalam menyediakan layanan pendidikan inklusif kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. UBM terpilih sebagai salah satu dari 68 perguruan tinggi di Indonesia dalam Program Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Tahun 2025 yang digagas oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI, Senin (23/6/2025).

‎UBM Gorontalo masuk dalam kategori II untuk program penguatan ULD, bersama sejumlah perguruan tinggi ternama seperti UNS, UPI Bandung, UNY, UNESA, UNNES, UB, dan UNAIR. Hal ini menjadi bukti bahwa UBM memiliki fasilitas, layanan, dan akomodasi pendidikan yang layak dan ramah bagi mahasiswa disabilitas.

‎Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, menyampaikan apresiasi kepada tim ULD UBM yang terus berupaya mengembangkan layanan pendidikan inklusif.

‎ “UBM terus berkomitmen membangun lingkungan kampus yang inklusif bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas. Program ini sangat mendukung peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang kami miliki,” ujar Rektor Titin.

‎Ia berharap, program ini dapat membawa manfaat besar bagi mahasiswa disabilitas dan mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi di Gorontalo, sekaligus meningkatkan minat terhadap Program Studi Pendidikan Khusus di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB) UBM.

‎Sementara itu, Ketua ULD UBM yang juga Dekan FIPB, Dr. Imam Mashudi, M.Pd, menyatakan bahwa program ini menjadi dorongan penting dalam penguatan kapasitas dan layanan ULD di kampus.

‎ULD UBM telah memiliki website layanan yang terus dikembangkan dan telah melakukan identifikasi terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. Saat ini ULD tengah berada dalam fase penguatan kapasitas melalui berbagai Bimbingan Teknis (Bimtek) dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya.

‎“Penguatan ini menjadi stimulus penting untuk kemandirian ULD, agar mampu melaksanakan program yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat disabilitas dalam jangka pendek hingga jangka panjang,” tutup Dr. Imam.