Anggota DPRD Dapil 4 Tinjau Keluhan Warga Soal Air Bersih dan Dampak Pembangunan Rumah Sakit

Anggota DPRD Kota Gorontalo dari dapil 4 , Saat Menerima Aspirasi Pada Reses Masa Persidangan Ketiga ( Foto: Bella)
Anggota DPRD Kota Gorontalo dari dapil 4 , Saat Menerima Aspirasi Pada Reses Masa Persidangan Ketiga ( Foto: Bella)

Otanaha.id -

Gorontalo, 28 Juni 2025 — Sejumlah anggota DPRD Kota Gorontalo dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 melakukan peninjauan langsung ke pemukiman warga yang terdampak pembangunan rumah sakit di wilayah tersebut. Kunjungan ini merupakan respons atas keluhan masyarakat, khususnya terkait terganggunya akses air bersih.

‎Kehadiran para anggota dewan disambut oleh warga yang menyampaikan persoalan yang telah berlangsung cukup lama. Salah satu keluhan utama adalah dugaan pencemaran sumber air sumur akibat limbah dari rumah sakit.

‎“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Ini bukan hanya soal laporan, tapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, yaitu air bersih,” ujar Syafrudin Junaidi, salah satu anggota DPRD dari Dapil 4.

‎Menurut warga, sejak beroperasinya fasilitas pengolahan limbah rumah sakit, air sumur mereka menjadi tidak layak digunakan. Beberapa warga bahkan harus mengambil air dari luar karena tidak bisa lagi mengandalkan sumber air pribadi.

‎Dari hasil tinjauan, tercatat sebanyak 13 kepala keluarga terdampak langsung. Namun jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar, karena ada warga yang memilih bertahan tanpa melapor secara formal.

‎Sebagai bentuk kompensasi, pihak rumah sakit sempat menyalurkan air bersih kepada warga. Namun kini muncul perdebatan mengenai solusi jangka panjang, yakni antara pembangunan sumur bor baru atau pemasangan sambungan air bersih secara gratis dari PDAM. Warga berharap sambungan air tersebut tidak dibebani biaya bulanan.

‎“Warga menginginkan solusi yang tidak membebani mereka. Ini masih dalam tahap pembahasan antara masyarakat dan pihak rumah sakit, dan belum ada titik temu,” tambah Syafrudin.

‎Untuk menindaklanjuti persoalan ini, DPRD Kota Gorontalo berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan pihak rumah sakit, PDAM, serta perwakilan warga terdampak.

‎“Kami akan jadwalkan rapat dengar pendapat secepatnya. Kami berharap ke depan ada solusi yang saling menguntungkan. Rumah sakit tetap berjalan, dan warga pun hidup dengan layak,” tutup Syafrudin. ( bella)