Kabupaten Gorontalo — Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dr. Espin Tulie, SE., M.Si., melaksanakan agenda reses masa persidangan ketiga tahun 2024–2025 di Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin (30/6/2025). Kegiatan ini menjadi wadah penyerapan aspirasi warga secara langsung demi mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Dalam pertemuan tatap muka tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai usulan dan aspirasi yang sebagian besar masih berkaitan dengan kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Di antaranya adalah permintaan bantuan rumah layak huni (RLH), pengembangan UMKM, beasiswa pendidikan, serta bantuan ternak sapi.
“Alhamdulillah, reses kali ini berjalan lancar. Aspirasi yang disampaikan warga masih berkutat di sekitar sektor ekonomi produktif, seperti bantuan UMKM, ternak sapi, hingga beasiswa pendidikan. Hal ini menunjukkan kebutuhan masyarakat masih fokus pada peningkatan kesejahteraan dasar,” ujar Espin Tulie.
Espin juga menegaskan bahwa hasil reses ini akan diusulkan untuk diakomodasi dalam anggaran tahun 2026, baik pada anggaran murni maupun pada perubahan anggaran di tahun yang sama.
“Karena ini reses masa sidang ketiga, maka seluruh aspirasi akan diperjuangkan agar masuk dalam pembahasan anggaran tahun depan, yakni 2026. Prosesnya bertahap, tidak bisa langsung direalisasikan hari ini juga,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa Desa Ulapato A sebelumnya telah mendapatkan bantuan program rawan pangan untuk tahun 2025, yang menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat desa.
Sementara itu, Kepala Desa Ulapato A, Efendi Nento , mengapresiasi kehadiran Espin Tulie dalam reses kali ini dan menyampaikan terima kasih atas perjuangannya yang konsisten dalam mengawal aspirasi warga.
“Pak Espin adalah wakil rakyat yang sangat memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat Telaga Biru. Beliau mudah dihubungi dan selalu hadir untuk warga. Kami berharap program-program yang telah berjalan tetap berkelanjutan, dan aspirasi baru yang muncul bisa terus menjadi perhatian khusus,” tutur Efendy.
Kegiatan reses ini menunjukkan pentingnya komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Aspirasi yang berhasil dihimpun diharapkan menjadi bahan pertimbangan utama dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan. (Hadi)






















