Bripka Diana Holung: Polwan Brimob Gorontalo Berprestasi, Dua Kali Jalankan Misi PBB di Zona Konflik

Bripka Diana Holung, Saat Menjalankan Tugas dan Misi Perdamaian PBB ( Foto : Hms)
Bripka Diana Holung, Saat Menjalankan Tugas dan Misi Perdamaian PBB ( Foto : Hms)

Otanaha.id -

GORONTALO – Sosok Bripka Diana Holung, S.H patut menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama kaum perempuan. Anggota Brimob Polda Gorontalo kelahiran Manado, 30 Oktober 1984 ini telah menorehkan banyak prestasi gemilang, baik di dalam negeri maupun dalam misi perdamaian dunia bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

‎Mengawali kariernya sebagai Bintara Polwan lulusan Diktukba Polri tahun 2005 (Gelombang 2), Bripka Diana langsung mengabdikan diri di Satbrimobda Gorontalo.

‎ Selama 19 tahun lebih berdinas, ia pernah menempati berbagai posisi strategis seperti Bamin Ops, Bamin Log, hingga jabatan terakhir sebagai Ba di Satbrimobda Gorontalo.

‎Namun, kiprahnya tak berhenti di situ. Keahlian berbahasa Inggris dan Prancis serta latar belakangnya di unit anti teror (Wanteror) dan penjinak bom (Jibom), mengantarkannya dipercaya mewakili Polri dalam dua misi perdamaian PBB yang berlangsung di wilayah konflik tinggi.

‎Misi Internasional di Wilayah Konflik

‎Misi pertama dijalankan pada tahun 2019–2020 di Republik Afrika Tengah (Central Africa) sebagai Liaison Officer (LO) berbahasa Prancis dalam Misi Minusca. Meski awalnya mendaftar sebagai pasukan taktis, kemampuan linguistik dan profesionalismenya membuatnya dipercaya menjabat peran perwira di lapangan. Penunjukan ini langsung disetujui oleh Kasatgas dan Karomisinter Polri saat itu, Irjen Pol Dr. Krishna Murti.

‎Selanjutnya, pada 2023, Bripka Diana kembali dipercaya bergabung dalam Misi Minusma di Mali—yang dikenal sebagai salah satu misi paling berbahaya PBB. Kali ini, ia mengemban peran vital sebagai Training Officer, pelatih SWAT Senegal, LO UNPOL dengan militer dan lembaga internasional seperti OCHA, serta Casevac Officer di bawah pilar operasi.

‎Atas keberaniannya menjalankan misi berisiko tinggi tersebut, ia menerima penghargaan dari Kapolda Gorontalo serta mencatatkan sejarah sebagai bintara pertama yang lulus seleksi sebagai tester FPAT AOC PBB di Entebbe, Uganda.

‎Dedikasi sebagai Instruktur Internasional

‎Sejak 2021, Bripka Diana dipercaya untuk menjalankan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Divhubinter Polri sebagai instruktur peacekeepers, melatih para personel Polri yang akan diberangkatkan dalam misi internasional. Selain itu, ia juga aktif menjadi Liaison Officer dalam berbagai event internasional yang diselenggarakan oleh PBB maupun pemerintah Indonesia.

‎Pesan Inspiratif dan Harapan di HUT Bhayangkara ke-79

‎Memperingati HUT ke-79 Bhayangkara, Bripka Diana menyampaikan pesan mendalam:

‎”Polri adalah organisasi besar dengan tugas yang mulia. Meski tantangan semakin kompleks, kami percaya Polri akan terus memberikan pelayanan terbaik dan berpartisipasi dalam perdamaian dunia.”

‎Ia juga berpesan kepada generasi muda, khususnya wanita:

‎ “Jangan jadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Perbaiki dirimu, jaga sikap, dan berikan yang terbaik melampaui batas.”

‎Meski bertugas jauh dari keluarga, Bripka Diana tetap menjaga komunikasi dengan anak-anaknya: Nathan Adriano Armando K dan Joe Abram Nick K. Waktu istirahat dan cuti menjadi momen berharga untuk kembali memeluk keluarga.

‎Saat ditanya soal rencana ke depan, ia menjawab dengan tulus:

‎“Rencana besar saya adalah mendampingi anak-anak menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Karena keberhasilan seorang ibu adalah saat anak-anaknya berhasil.” (Hadi)