Bone Bolango – Bencana longsor nyaris menelan rumah milik Arsadi Pakiun, warga Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (3/7/2025) sekitar pukul 14.00 WITA itu memaksa satu keluarga beranggotakan enam orang mengungsi demi keselamatan.
Longsor terjadi akibat runtuhnya tebing tepat di belakang rumah. Bangunan yang dihuni Arsadi bersama istri dan empat anaknya mengalami kerusakan parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena rumah dalam keadaan kosong saat kejadian.
“Saya sedang di kebun. Saat pulang, saya kaget melihat rumah nyaris ambruk. Lantai sudah retak, dan bagian belakang tinggal beberapa meter dari jurang,” ujar Arsadi dengan wajah cemas.
Kondisi rumah kini sudah tidak layak huni. Struktur belakang menggantung di atas tebing yang tergerus, sementara lantai mengalami keretakan parah. Untuk sementara, Arsadi dan keluarganya mengungsi ke rumah tetangga.
“Kami tinggal sementara di rumah tetangga. Saya berencana pindah, tapi masih mencari lahan yang lebih aman,” tambahnya.
Pemerintah Desa dan Kecamatan Minta Warga Waspada
Kepala Desa Olele, Mohamad Chandra Nauko, bersama Camat Kabila Bone, Ian Datau, turun langsung ke lokasi dan mengimbau warga sekitar untuk mengungsi karena potensi longsor susulan masih tinggi.
“Kami minta warga jangan menunggu hingga terlambat. Kondisi tanah masih labil dan bisa longsor kapan saja tanpa tanda-tanda,” kata Chandra.
Camat Kabila Bone Ian Datau menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Pemerintah Provinsi, BPBD, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya untuk menyalurkan bantuan dan melakukan penanganan darurat.
“Evakuasi dilakukan hati-hati karena tanah masih bergerak. Kami pastikan keselamatan warga menjadi prioritas,” jelasnya.
Selain merusak rumah, longsor juga menutup sebagian akses Jalan Trans Sulawesi yang melintasi Desa Olele. Proses pembukaan akses dilakukan secara manual oleh warga bersama TNI, Polri, relawan, dan dibantu alat berat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Gorontalo.
Hingga saat ini, evakuasi masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap.
Data Korban Longsor:
1. Arsadi Pakiun (42 tahun)
2. Saida U. Pakaya (34 tahun)
3. Lilan Pakiun (18 tahun)
4. Djafar Pakiun (15 tahun)
5. Idris Pakiun (8 tahun)
6. Ahdam Pakiun (4 tahun)
Seluruh korban kini telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Namun, mereka hanya menyisakan pakaian di badan dan sangat membutuhkan bantuan logistik seperti makanan dan pakaian.
Pantauan udara melalui drone menunjukkan kondisi rumah rusak berat, berada tepat di bibir tebing yang tergerus longsor. (Hadi)




















