Gorontalo, 14 Juli 2025 – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Warkop Baku Sapu menggandeng sejumlah mitra lokal seperti PT Wahaha Motor (Honda) Gorontalo, PT Gudang Garam, Kedai MIB, untuk menggelar “Baku Sapu Festival 2025” — sebuah ajang hiburan dan kompetisi yang mengusung semangat kreativitas, sportivitas, dan kebersamaan.
Acara ini akan digelar selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Agustus 2025, di Warkop Baku Sapu, Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Adapun rangkaian kegiatan lomba meliputi turnamen domino, kartu remi, Mobile Legends (ML), hingga ajang TikTok kreatif yang diperuntukkan bagi kalangan keluarga, komunitas, squad, dan konten kreator.
Ketua Panitia, Mahfud Toolingo, kepada Otanaha.id menyampaikan bahwa event ini bertujuan mengubah persepsi negatif tentang “baku sapu” yang selama ini identik dengan perkelahian, menjadi ajang positif yang menonjolkan bakat, teknik, dan inovasi.
“Kami ingin membangun mindset baru. Baku Sapu kini kami artikan sebagai ajang adu kreativitas, teknik, dan semangat juang melalui kompetisi yang positif dan penuh semangat persatuan,” ujar Mahfud pada Senin (14/7/2025) di lokasi acara.
Hadiah Menarik dan Dukungan Penuh Pemerintah
Para peserta akan memperebutkan uang tunai, doorprize dari sponsor, piagam penghargaan, serta trofi juara. Dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh lokal akan menilai secara objektif, mengingat event ini murni bersifat hiburan dan pengembangan potensi komunitas.
Event ini juga telah mendapat dukungan dan izin resmi dari pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga kepolisian sektor setempat. Pemerintah berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi alternatif produktif untuk menyalurkan energi positif pemuda dan komunitas digital di Gorontalo.
Sesi technical meeting akan dilaksanakan pada:
5 Agustus: Domino dan Remi
6 Agustus: Mobile Legends
Lomba akan dimulai setiap malam pukul 19.00 WITA.
Lebih dari sekadar lomba, Baku Sapu Festival juga ingin mendorong bangkitnya para konten kreator lokal untuk lebih aktif dan terhubung dengan komunitas. Dengan memadukan elemen tradisional dan digital, festival ini diharapkan bisa menjadi ruang kolaborasi lintas generasi. (Hadi)






















