‎Mahasiswa UBM Gorontalo Raih Hibah P2MW 2025 dari Kementerian Diktisaintek RI

‎Mahasiswa UBM Gorontalo Raih Hibah P2MW 2025 dari Kementerian Diktisaintek RI ( Foto: Humas) ‎
‎Mahasiswa UBM Gorontalo Raih Hibah P2MW 2025 dari Kementerian Diktisaintek RI ( Foto: Humas) ‎

Otanaha.id -

Gorontalo — Mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa UBM berhasil meraih Hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Republik Indonesia.

‎Tim tersebut diketuai oleh Ismiyati A. Noe, dengan anggota Meilan Airmas dan Rizky Maintji. Mereka mengusung usaha berjudul Chicken Farm Berkokok, masuk dalam kategori Budidaya dengan tahapan Bertumbuh.

‎P2MW bertujuan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa wirausaha di lingkungan perguruan tinggi, memberikan pembinaan kewirausahaan, serta memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus dengan melibatkan dunia usaha dan industri (DUDI), komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

‎Dekan FEB UBM Gorontalo sekaligus pembimbing P2MW, Dr. Darman, M.Si., menjelaskan bahwa sejak 2023, UBM Gorontalo secara konsisten berhasil memperoleh hibah P2MW. Pada tahun 2024, sebanyak empat tim mahasiswa UBM juga meraih hibah serupa.

‎“Melihat ketatnya kompetisi baik di tingkat nasional maupun regional, terutama di lingkungan LLDIKTI Wilayah 16 yang mencakup Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah dengan 83 perguruan tinggi, capaian ini sangat membanggakan. Tahun ini, UBM Gorontalo bersama satu kampus dari Sulawesi Tengah mewakili LLDIKTI Wilayah 16 dalam program hibah P2MW,” ujar Dr. Darman.

‎Tim Chicken Farm Berkokok akan menjalani evaluasi bulanan hingga November 2025 melalui lima pelaporan perkembangan usaha. Proses evaluasi ini melibatkan dosen pembimbing dan pendamping yang memantau kegiatan usaha mahasiswa sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pelaporan dilakukan melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) Kesejahteraan dan SIMKATMAWA (Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan).

‎“Output dari program ini adalah usaha mahasiswa yang memiliki legalitas usaha dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Di akhir rangkaian kegiatan, mereka juga akan diikutsertakan dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo untuk berkompetisi di tingkat nasional,” tambahnya.

‎Dr. Darman menuturkan bahwa program ini memiliki dampak signifikan. Bagi mahasiswa, pengalaman mengikuti P2MW dapat dimasukkan dalam portofolio prestasi non-akademik. Bagi program studi, capaian ini dapat menjadi nilai tambah dalam proses re-akreditasi. Sedangkan untuk universitas, prestasi ini turut berkontribusi dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.

‎“Selama tiga tahun berturut-turut, mahasiswa UBM Gorontalo telah aktif dan konsisten menunjukkan kapasitasnya. Ke depan, kami berharap capaian ini terus meningkat. Selain P2MW, UBM juga menerima undangan dari Universitas Islam Bandung untuk mengikuti kegiatan Entrepreneur Internasional. Saat ini, empat tim mahasiswa telah siap berpartisipasi, dan kami menargetkan sepuluh tim agar UBM bisa menjadi co-host pada kegiatan tersebut. Harapannya, logo UBM bisa terpampang di materi promosi yang tersebar di Indonesia dan Malaysia,” tutupnya.