Gorontalo – Inovasi sederhana namun berdampak besar kembali dihadirkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2025. Melalui program unggulan mereka, para mahasiswa mengembangkan CitrySida, larvasida alami berbahan dasar ekstrak daun jeruk purut untuk memberantas jentik nyamuk penyebab malaria di Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Sebagai implementasi nyata dari program inti KKN PK UNG 2025, pelatihan pembuatan larvasida CitrySida dilaksanakan pada 18 Juli 2025 di Kantor Desa Dulupi. Kegiatan ini melibatkan kader Pengendalian dan Pemberantasan Vektor (P2V) serta ibu-ibu dasawisma yang telah dibentuk bersama mahasiswa sebelumnya.
Pelatihan tersebut menjadi ajang transfer pengetahuan mengenai cara meracik larvasida dari bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong kesadaran masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan lingkungan.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Puskesmas Dulupi. Sejumlah perwakilan dari puskesmas hadir untuk mengamati jalannya pelatihan sekaligus memberikan masukan guna penyempurnaan formulasi produk CitrySida.
“CitrySida ini sangat positif dan bermanfaat untuk membasmi jentik nyamuk tanpa menimbulkan efek samping. Selain aman dan murah, penggunaan daun jeruk juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan sekitar. Inovasi ini patut didukung karena berpotensi memperkuat upaya pencegahan penyakit menular seperti malaria secara berkelanjutan,” ujar salah satu perwakilan dari Puskesmas Dulupi.
Tak hanya dari pihak puskesmas, pelatihan ini juga disambut antusias oleh para kader dasawisma.
> “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa, karena dengan adanya pelatihan ini kami bisa membuat larvasida alami menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar,” ungkap salah satu kader P2V dengan semangat.
Sementara itu, Rahman Kadir, selaku Koordinator Desa KKN PK UNG 2025, menegaskan bahwa CitrySida bukan sekadar produk, melainkan simbol harapan bagi masyarakat Dulupi.
> “Harapan kami, mahasiswa KKN dapat membawa perubahan nyata di Desa Dulupi melalui produk ini, dalam upaya mencegah penyebaran penyakit malaria,” ujarnya.
CitrySida kini menjadi inovasi lokal berbasis potensi alam, hasil kolaborasi harmonis antara mahasiswa, masyarakat, dan tenaga kesehatan. Dengan semangat gotong royong dan edukasi berkelanjutan, CitrySida diharapkan menjadi solusi alami yang memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyakit menular seperti malaria. (Abdi)






















