Gorontalo – Untuk memastikan kesesuaian proses layanan serta mutu akademik dan non-akademik di seluruh unit kerja lingkungan Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, Tim Audit Mutu Internal (AMI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Auditor Mutu, Selasa (22/7/2025) di Ruang Akreditasi Kampus UBM Gorontalo.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui aplikasi Zoom dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Ketua Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi, para Dekan, serta seluruh Auditor Mutu.
Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, MM, mengatakan bahwa pada umumnya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kerap mengalami kendala dalam hal disiplin dan konsistensi dalam mengawal audit mutu secara berkelanjutan, disebabkan oleh berbagai keterbatasan. Namun, ia bersyukur karena UBM Gorontalo kini didukung oleh Aplikasi Audit Mutu yang memudahkan proses input, monitoring, dan evaluasi.
“Proses AMI merupakan tahapan awal dalam mempersiapkan akreditasi program studi dan menjadi salah satu faktor penting untuk meraih capaian akreditasi yang optimal. Dengan dukungan Aplikasi Sistem Informasi Mutu Akademik dan Zona Integritas (Simazis), pelaksanaan AMI tahun 2025 akan lebih efektif dan efisien,” jelas Dr. Azis.
Ia menambahkan bahwa yayasan berkomitmen meningkatkan tata kelola mutu dan layanan akademik. Selain implementasi aplikasi Simazis, UBM juga telah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Rekognisi Pembelajaran Lampau Efektif Efisien Transparan dan Akuntabel (SIRALA EETA).
“BPMA dan para auditor mutu merupakan lokomotif utama dalam sistem perguruan tinggi. Mereka menarik seluruh rangkaian unit kerja dan prodi agar terus meningkatkan mutu akademik dan layanan. Saya yakin, budaya mutu yang terus berjalan di UBM Gorontalo akan membawa dampak positif, terutama dalam mempersiapkan program studi menghadapi akreditasi eksternal,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BPMA Dr. Ikram Muhammad, M.Si, menyampaikan bahwa seluruh auditor mutu yang mengikuti Bimtek akan mulai bertugas mengaudit unit kerja mulai Rabu (23/7/2025). Tahun ini, proses audit dilakukan secara simultan berkat dukungan aplikasi Simazis.
“Dengan aplikasi Simazis, proses audit tidak perlu menunggu laporan keseluruhan unit kerja selesai. Auditor dapat langsung menilai laporan yang telah diinput oleh masing-masing unit. Selain itu, aplikasi ini mengatasi kendala jarak dan waktu karena sistemnya berbasis daring,” terang Dr. Ikram.
Ia juga menjelaskan bahwa evaluasi oleh auditor akan berfokus pada tiga komponen utama: apakah program telah dilaksanakan, apakah target tercapai, dan apakah aktivitas telah terdokumentasi dengan baik.
“Pelaporan dari setiap unit kerja dijadwalkan selesai hingga Jumat (25/7/2025), kemudian akan dilanjutkan dengan asesmen lapangan pada awal Agustus jika ada unit yang mengalami kendala. Setelah itu, hasil AMI akan dilaporkan dan dipublikasikan ke seluruh unit kerja,” jelasnya.
Diharapkan melalui kegiatan Bimtek ini, para auditor memperoleh pemahaman yang selaras dalam memastikan kesesuaian prosedur, standar, dan tujuan. Adapun tujuan utamanya adalah mengidentifikasi perbaikan dan mengambil tindakan korektif untuk meningkatkan mutu pendidikan; mengembangkan sistem penjaminan mutu internal; mendukung akreditasi program studi dan institusi; serta menumbuhkan budaya mutu melalui evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.




















