Bone Bolango – Mahasiswa dan dosen Program Studi (Prodi) D3 Analis Kesehatan, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pesantren Asy-Syifa, Desa Ulantha, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (23/7/2025).
Kegiatan ini melibatkan dua dosen dan 37 mahasiswa. Bentuk pengabdian yang dilaksanakan meliputi penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan beberapa pemeriksaan dasar lainnya.
Ketua Prodi D3 Analis Kesehatan, Yolan H. Dunggio, M.Pd., menyampaikan materi berjudul “Teknologi Mikroba: Kenali Mikroba dan Bahayanya untuk Kesehatan dan Lingkungan Pesantren.”
Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan dari Dosen Laras Puspita Taib, M.Biomed., yang membawakan materi “Pencegahan Penyakit Infeksi melalui Pemahaman tentang Mikroba di Lingkungan Pondok Pesantren.”
Penyuluhan ini disambut dengan antusias oleh para santri dan pimpinan pesantren. Warga pesantren juga turut berpartisipasi aktif dalam sesi pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh para mahasiswa dengan supervisi dari dosen.
Pihak Pesantren Asy-Syifa menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kegiatan bermanfaat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dosen dan mahasiswa Analis Kesehatan UBM yang telah memberikan penyuluhan dan pemeriksaan gratis. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan jarang kami dapatkan di tempat ini. Semoga bisa berlanjut ke depannya,” ungkap salah satu perwakilan pesantren.
Ketua Prodi Yolan H. Dunggio juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan promosi Program Studi D3 Analis Kesehatan kepada para santri dan pengurus pesantren.
“Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh warga pesantren. Pemeriksaan dilakukan oleh mahasiswa UBM yang sudah terlatih, dengan pendampingan dosen berkompeten,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan para santri terkait pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus menjadi wadah praktik langsung bagi mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan diri dan pencegahan penyakit. Bagi mahasiswa, ini menjadi kesempatan untuk mengasah keterampilan praktis dalam pelayanan masyarakat,” tutup Yolan.






















