Gorontalo — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) tahun 2025 di Bandung, Jawa Barat, Ketua APTISI Wilayah Gorontalo menginisiasi diskusi dan silaturahmi bersama seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini digelar pada Senin (28/7/2025) di Anjungan Meeting Room Lantai 3 Business Center Kampus UBM Gorontalo, dan turut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI.
Diskusi ini difokuskan pada pembahasan isu dan kebijakan Pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada eksistensi PTS, khususnya di Provinsi Gorontalo. Hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan PTS, ketua yayasan, rektor, direktur, serta Kepala LLDikti Wilayah XVI yang membawahi Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.
Ketua APTISI Wilayah Gorontalo, Dr. Azis Rachman, MM, menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk merumuskan aspirasi dan rekomendasi yang akan dibawa ke tingkat nasional dalam Munas APTISI mendatang.
”Melihat kondisi perguruan tinggi negeri (PTN) yang berubah status menjadi PTN-BH, namun masih membuka rekrutmen mahasiswa baru (maba) dalam jumlah besar dan waktu yang panjang, tentu berdampak negatif pada keberlangsungan PTS, termasuk di Gorontalo. Karenanya, forum ini penting untuk menyampaikan aspirasi bersama,” jelas Dr. Azis.
Ia juga menyoroti adanya ketimpangan dalam regulasi, dukungan, dan perlakuan pemerintah terhadap PTS dibandingkan PTN. Hal ini menurutnya menghambat keberlangsungan dan eksistensi PTS di daerah.
Diskusi berlangsung dinamis, dengan para pimpinan PTS memberikan masukan dan menyampaikan keresahan terkait menurunnya minat calon mahasiswa baru serta minimnya dukungan kebijakan.
Kepala LLDikti Wilayah XVI, Munawir S. Razak, MA, yang hadir secara daring, menegaskan bahwa isu terkait banyaknya jalur dan gelombang penerimaan mahasiswa baru oleh PTN memang telah menjadi perhatian pemerintah.
“Isu ini sudah kami sampaikan kepada Wakil Menteri Diktisaintek, dan dalam waktu dekat akan dirumuskan sejumlah kebijakan untuk menanganinya,” ungkap Munawir.
Menutup forum, Dr. Azis bersama para pimpinan PTS menyepakati dan membacakan beberapa poin aspirasi untuk disampaikan dalam Munas APTISI VII, yakni:
1. Pemerintah diminta membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru jenjang Diploma dan S1 di PTN;
2. PTN sebaiknya hanya menerima mahasiswa baru di jenjang Pascasarjana;
3. PTN didorong fokus pada pencapaian World Class University (WCU), karena belum ada PTN yang masuk dalam kategori tersebut; dan
4. Pemerataan kuota bantuan KIP Kuliah, beasiswa lainnya, serta sertifikasi dosen untuk PTS.
”Seluruh pimpinan PTS di Gorontalo dan se-Indonesia berharap agar Menteri Diktisaintek RI serta Ketua Komisi X DPR RI memberi perhatian besar atas persoalan yang dihadapi PTS, dan membawa solusi nyata dalam Munas APTISI nanti,” pungkas Dr. Azis.






















