KKM UBM Gorontalo 2025: Mahasiswa Terjun Langsung Bangun Desa, Pengabdian Jadi Awal Kontribusi Nyata

Dokumentasi, pengantaran mahasiswa peserta KKM di Desa Soginti, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Selasa (5/8/2025). Foto : Humas
Dokumentasi, pengantaran mahasiswa peserta KKM di Desa Soginti, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Selasa (5/8/2025). Foto : Humas

Otanaha.id -

Pohuwato – Mahasiswa Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo kembali diterjunkan ke masyarakat dalam program Kuliah Kerja Mandiri (KKM) Tahun 2025. Pelepasan peserta KKM yang berjumlah 164 mahasiswa dilakukan langsung oleh Rektor UBM, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, Selasa (5/8/2025), di halaman Kampus UBM Gorontalo.

‎Salah satu mahasiswa, Sri Wahyuni Polohi, mahasiswi semester 7 Program Studi Farmasi Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), mendapatkan penempatan di Desa Soginti, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato. Bersama lima mahasiswa lainnya dan satu dosen pembimbing, mereka akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan penuh.

‎“Kami membawa semangat untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama masyarakat. Bukan soal siapa yang paling menonjol, tapi bagaimana semua bisa berkontribusi untuk tujuan utama: membangun desa,” ungkap Sri Wahyuni.

‎Perjalanan menuju lokasi ditempuh sekitar 3,5 jam sejauh 150 kilometer ke arah barat Provinsi Gorontalo. Meski cuaca cukup terik, semangat pengabdian tetap membara di kalangan peserta.

‎Setibanya di Kecamatan Paguat, mahasiswa disambut hangat oleh aparat setempat. Di Desa Soginti, Kepala Desa Otman Mamu dan jajaran menyambut langsung kedatangan mereka di aula kantor desa.

‎ “Kami merasa seperti pulang ke rumah. Pak Kades menyambut kami sebagai anak-anaknya sendiri, dengan harapan kami bisa membawa manfaat dan menjadi rahmat bagi warga desa,” lanjut Sri Wahyuni.

‎Mahasiswa KKM UBM disediakan tempat tinggal di Kompleks Rumah Quran Al-Fatih, lengkap dengan fasilitas pendukung. Selama sebulan ke depan, mereka akan menjalankan sejumlah program yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), tema utama KKM tahun ini.

‎Para peserta berharap, meski waktu mereka di desa terbatas, program-program kecil yang mereka laksanakan bisa menjadi awal dari perubahan berkelanjutan—terutama untuk generasi muda desa.

‎“Kami tidak datang sebagai pahlawan, tapi sebagai teman belajar dan bagian dari masyarakat. KKM bukanlah akhir dari proses akademik, melainkan awal dari kontribusi nyata bagi masyarakat Gorontalo.”

‎Mahasiswa peserta KKM tersebar di beberapa desa di Kecamatan Paguat, termasuk Desa Soginti dan Sipayo. Semangat pengabdian mereka menjadi wujud nyata komitmen UBM Gorontalo dalam membentuk lulusan yang peduli dan solutif bagi masyarakat.