‎Sinergi RRI dan UNBITA: Dari Kampus ke Udara, Mencerahkan Masyarakat

Rektor UNBITA Gorontalo dan Kepala LPP RRI Gorontalo , Resmi Melakukan MoU Sinergi Mencerahkan Masyarakat (8/8/2025) Foto : Humas
Rektor UNBITA Gorontalo dan Kepala LPP RRI Gorontalo , Resmi Melakukan MoU Sinergi Mencerahkan Masyarakat (8/8/2025) Foto : Humas

Otanaha.id -

Gorontalo, 8 Agustus 2025 – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo dan Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo resmi memulai sinergi baru melalui penandatanganan nota kesepahaman. Kerja sama ini membuka jalur dari ruang akademik kampus hingga ke udara siaran RRI, dengan tujuan menghadirkan narasumber yang berkompeten dan informasi yang mencerahkan bagi masyarakat.

‎Acara penandatanganan berlangsung di Aula RRI Gorontalo, Jumat (8/8), dihadiri jajaran pimpinan kedua lembaga. Momen ini menjadi langkah strategis untuk memadukan kekuatan akademik UNBITA dan jangkauan penyiaran RRI dalam menyajikan konten yang bermutu.

‎Kepala LPP RRI Gorontalo, Drs. Abdul Haris Talamati, menegaskan pentingnya ketelitian dalam menentukan narasumber. Ia menyampaikan, kualitas narasumber tidak cukup diukur dari kelancaran berbicara, tetapi dari kapasitas, keilmuan, dan relevansinya terhadap kebutuhan publik.



‎ “Kita harus menghadirkan orang-orang yang benar-benar punya potensi. Bukan sembarang orang yang hanya pandai berbicara. Narasumber harus memiliki kompetensi yang sesuai sehingga dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan menjadi dasar masyarakat dalam bertindak,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, kerja sama dengan UNBITA menjadi peluang untuk memanfaatkan data dosen, rekam jejak penelitian, serta pengalaman akademik kampus sebagai referensi penyiaran yang kredibel.

‎“Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari upaya mencerahkan publik. Dengan data yang lengkap, informasi yang kita sajikan bisa semakin berkualitas,” ujarnya.

‎Sementara itu, Rektor UNBITA Gorontalo, Ellys Rachman, menilai bahwa kampus harus terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor. Ia menggunakan perumpamaan bahwa perguruan tinggi tidak boleh menjadi “menara gading” yang tinggi namun tertutup.

‎ “Kami ingin membuka diri dan memberi kontribusi sebesar-besarnya kepada masyarakat. SDM Gorontalo berhak mendapatkan akses pendidikan dan informasi yang baik,” katanya.

‎Ellys juga menyampaikan apresiasi kepada RRI yang telah menerima mahasiswa UNBITA untuk magang. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam dunia kerja nyata seperti di RRI menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

‎ “Kami bukan lembaga yang menghakimi mahasiswa yang kesulitan, melainkan membantu mereka menemukan solusi agar bisa berkembang,” tegasnya.

‎Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan program berbagi narasumber, memfasilitasi riset bersama, serta membuka peluang bagi mahasiswa UNBITA untuk terjun langsung ke dunia penyiaran. Sinergi ini diharapkan mampu memperkaya kualitas program RRI sekaligus memberi manfaat nyata bagi pengembangan SDM Gorontalo.

‎Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan RRI Gorontalo dan UNBITA Gorontalo, sebagai simbol dimulainya kolaborasi dari dunia kampus hingga mengudara di gelombang radio demi mencerahkan masyarakat. (Hadi)