‎UBM Gorontalo Sambut 18 Mahasiswa Asing dalam Program Pertukaran SEPA 2025 ‎

UBM Gorontalo bersama Tim International Week menyelenggarakan Pre-Departure Meeting bagi peserta Student Exchange Program Abroad (SEPA) 2025
UBM Gorontalo bersama Tim International Week menyelenggarakan Pre-Departure Meeting bagi peserta Student Exchange Program Abroad (SEPA) 2025

Otanaha.id -

‎GORONTALO – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) bersama Tim International Week menyelenggarakan Pre-Departure Meeting bagi peserta Student Exchange Program Abroad (SEPA) 2025. Pertemuan daring ini berlangsung pada Senin (25/8/2025) siang sebagai tahapan konfirmasi sebelum para mahasiswa asing mengikuti program pertukaran yang dijadwalkan di Gorontalo pada 2–11 September 2025.

‎Kepala KUI UBM Gorontalo, Dr. Ayu Anastasya Rachman, MA menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi sarana persiapan teknis sekaligus pengenalan rangkaian agenda akademik dan budaya yang akan diikuti para mahasiswa.

‎Jika pada tahun 2024 UBM Gorontalo hanya menerima 5 mahasiswa asing dari dua universitas, maka pada 2025 jumlah peserta meningkat signifikan menjadi 18 mahasiswa asing. Mereka berasal dari empat universitas mitra di Malaysia dan Filipina.

‎“Lonjakan ini menunjukkan semakin kuatnya posisi UBM Gorontalo sebagai kampus yang konsisten dengan visi mengglobal,” jelas Dr. Ayu. Selain itu, UBM juga secara rutin menghadirkan visiting lecturer dari luar negeri untuk memperkaya atmosfer akademik internasional di Gorontalo.

‎Dalam rapat persiapan, peserta mendapatkan arahan terkait penerbangan, proses visa, akomodasi, hingga izin resmi dari pemerintah melalui Kementerian Diktisaintek. Mereka juga diperkenalkan dengan agenda utama SEPA 2025, antara lain:

‎1. Biodiversity Project – eksplorasi potensi ekowisata laut dan konservasi, termasuk kunjungan ke Botubarani Whale Shark Site dan Olele;

‎2. Wawancara lapangan terkait potensi biodiversitas laut seperti rumput laut, bintang laut, teripang, hingga terumbu karang;

‎3. BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), malam kebudayaan, serta kunjungan ke situs sejarah, UMKM, dan destinasi wisata di Gorontalo;

‎4. Sesi akademik dan pertukaran budaya melalui interaksi langsung dengan mahasiswa UBM.

‎Dr. Ayu menegaskan, program pertukaran mahasiswa ini merupakan implementasi nyata komitmen UBM dalam memperluas jejaring global. UBM secara progresif mendorong internasionalisasi melalui penerimaan mahasiswa asing jenjang S1–S2, program KKM Internasional, serta kehadiran dosen tamu mancanegara setiap tahunnya.

‎“Melalui SEPA 2025, UBM Gorontalo tidak hanya memperkuat kolaborasi akademik, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah ke dunia internasional. Hal ini sejalan dengan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs),” tutup Dr. Ayu. (*)