Gorontalo – Program Pascasarjana (PPs) Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penajaman Fokus Penelitian Dosen dan Keunikan Program Studi”. Kegiatan ini menghadirkan Guru Besar LLDIKTI Wilayah IX Makassar, Prof. Dr. Akmal Umar, M.Si, sebagai narasumber sekaligus pakar manajemen perguruan tinggi.
FGD dibuka secara resmi oleh Direktur PPs UBM, Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si, dan diikuti para dosen Pascasarjana, di antaranya Dr. Azis Rachman, Dr. Darman Syarif, Dr. Sudarsono, serta staf pengelola PPs UBM Gorontalo.
Dalam sambutannya, Prof. Arifin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen PPs UBM untuk memperkuat arah penelitian dosen sekaligus membangun keunggulan akademik yang khas pada setiap program studi. “Penelitian dosen tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Akmal Umar menekankan pentingnya fokus riset dan keunikan program studi sebagai identitas akademik perguruan tinggi. Menurutnya, keunggulan program studi tercermin dari konsistensi penelitian dosen yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan pembangunan regional dan nasional.
Lebih lanjut, Prof. Akmal menyampaikan perlunya forum diskusi untuk merumuskan topik-topik riset baru sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah maupun industri. Hal tersebut, katanya, akan membantu mengidentifikasi potensi riset yang dapat dikembangkan di masa depan.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi dan pengembangan kurikulum secara periodik agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman, meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta industri, sekaligus memperkaya topik penelitian. “Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penelitian dosen dan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” jelasnya.
FGD ini menjadi ruang refleksi dan diskusi strategis bagi para dosen PPs UBM dalam menyelaraskan roadmap penelitian, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat posisi UBM sebagai perguruan tinggi berdaya saing.
Di akhir kegiatan, Prof. Arifin berharap FGD ini dapat melahirkan penelitian unggulan yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Provinsi Gorontalo maupun Indonesia. (*)






















