GORONTALO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Gorontalo kembali menggelar aksi unjuk rasa. Pada Senin (1/9/2025), mereka mendatangi Kantor DPRD Kota Gorontalo di Jalan Prof. Jhon Aryo Katili untuk menyuarakan kritik terhadap kinerja wakil rakyat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai kualitas anggota legislatif masih perlu dipertanyakan. Orator aksi, Muhamad Arif, menyinggung bahwa proses rekrutmen anggota DPRD tidak melalui uji kelayakan, seperti tes atau fit and proper test, sehingga membuka ruang bagi munculnya wakil rakyat yang dinilai kurang kompeten.
“Hal ini menandakan kualitas anggota dewan bisa kita nilai dari situ,” tegas Arif dalam orasinya di depan gedung DPRD, yang disaksikan aparat keamanan dan massa aksi.
Meski kritik yang dilontarkan cukup keras, DPRD Kota Gorontalo menanggapinya secara terbuka. Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, menyatakan pihaknya siap menerima masukan bahkan kritik tajam sekalipun dari masyarakat.
“Kami siap dikritisi, karena itu justru menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap lembaga ini. Kritik adalah bagian dari demokrasi,” ujar Irwan.
Namun, ia juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan gesekan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Silakan sampaikan aspirasi, itu hak masyarakat. Tetapi mari kita tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Kota Gorontalo adalah milik kita bersama,” imbaunya.
Irwan menekankan bahwa stabilitas daerah penting untuk dijaga agar pembangunan dan investasi di Kota Gorontalo dapat terus berjalan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. ( Bella)




















