UBM Gorontalo Sambut Mahasiswa Filipina dalam Program SEPA 2025

‎UBM Gorontalo saat Menyambut Kedatangan Mahasiswa Filipina dalam Program SEPA 2025
‎UBM Gorontalo saat Menyambut Kedatangan Mahasiswa Filipina dalam Program SEPA 2025

Otanaha.id -

Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo resmi menyambut kedatangan mahasiswa asing dari Polytechnic University of the Philippines (PUP) dalam rangkaian UBM International Student Exchange Program (SEPA) 2025. Penyambutan berlangsung di Bandara Jalaludin Gorontalo, Senin (1/9/2025).

‎Lima mahasiswa asing yang tiba adalah Shanella A. Cagulang, Marcus Sean G. Sabino, Althea Jade G. Donato, Carl James R. Tinio, dan Charles Adrian M. Dolor. Mereka disambut hangat oleh panitia UBM, Rizal, M.Si dan Ismail Tahir, Ph.D, bersama tim kampus. Suasana penuh keakraban ditandai dengan foto bersama sambil membentangkan bendera PUP dan bendera nasional Filipina, sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antarbangsa.

‎Ismail Tahir, Ph.D menjelaskan, Program SEPA 2025 merupakan kerja sama internasional UBM Gorontalo dengan sejumlah universitas mitra luar negeri, antara lain Bataan Peninsula State University (BPSU) Filipina, Polytechnic University of the Philippines (PUP), serta University of Malaya (UM) Malaysia.

‎“Mahasiswa dari tiga negara ini akan mengikuti rangkaian kegiatan akademik, sosial, penelitian bersama, dan pengenalan budaya di Kampus UBM serta Provinsi Gorontalo,” ungkap Ismail.

‎Ia menambahkan, SEPA 2025 menjadi momentum penting bagi mahasiswa UBM Gorontalo untuk saling belajar, berbagi budaya, sekaligus memperkuat kolaborasi antaruniversitas di kawasan Asia Tenggara. “UBM siap menjadi tuan rumah yang memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta,” ujarnya.

‎Melalui program ini, sivitas akademika UBM Gorontalo terus memperluas wawasan internasional, membangun jaringan akademik lintas negara, serta meningkatkan profil kampus di tingkat regional, nasional, dan global.

‎“Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen UBM Gorontalo dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan global,” tutup Ismail. (*)