Partai Golkar Proses PAW Hardi Sidiki, Susanto Liputo Berpeluang Isi Kursi DPRD Kota Gorontalo

Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar (Foto: Hadi)
Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar (Foto: Hadi)

Otanaha.id -

Gorontalo – Partai Golkar Kota Gorontalo resmi memulai proses Pergantian Antar Waktu (PAW) atas kursi almarhum Hardi Sidiki di DPRD Kota Gorontalo. Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, saat ditemui awak media di Kantor DPRD sebelum rapat pembahasan KUA-PPAS Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2026, pada Selasa (2/9/2025).

‎Totok menjelaskan, rapat pleno yang dipimpin Plt Ketua DPD II Partai Golka Kota Gorontalo  H. Fikram A. Z. Salilama bersama sekretaris membahas dua agenda penting. Pertama, pergantian pimpinan Fraksi Golkar DPRD Kota Gorontalo. Kedua, proses PAW atas kursi legislatif yang ditinggalkan almarhum Hardi Sidiki, yang wafat pada 18 Juli lalu.

‎“Rapat pleno telah memutuskan bahwa DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo akan segera menyurat resmi ke DPRD. Itu merupakan bagian dari mekanisme yang harus ditempuh sesuai aturan,” ujar Totok Bahctiar.

‎Ia menerangkan, setelah surat masuk ke DPRD, lembaga legislatif memiliki waktu tujuh hari untuk meneruskannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selanjutnya, KPU akan melakukan verifikasi berdasarkan hasil Pemilu 2024 dan menyampaikan jawaban resmi ke DPRD.

‎Tahapan berikutnya, DPRD akan mengusulkan ke pemerintah kota untuk diteruskan ke pemerintah provinsi. Proses ini berujung pada penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur Gorontalo tentang pengangkatan anggota DPRD pengganti antar waktu.

‎Totok berharap proses administrasi tersebut bisa segera tuntas. “Insyaallah, kalau semua berjalan lancar, bulan September ini kekosongan kursi Fraksi Golkar di DPRD Kota Gorontalo sudah bisa terisi,” jelasnya.

‎Terkait sosok pengganti almarhum, Totok menegaskan bahwa penetapan tetap berada di tangan KPU. Sesuai aturan PAW, kursi akan diberikan kepada calon legislatif dengan perolehan suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan yang sama.

‎“Berdasarkan hasil Pileg 2024, nama yang berpeluang besar menggantikan adalah Saudara Susanto Liputo karena memperoleh suara terbanyak kedua setelah almarhum. Namun, kita masih menunggu penetapan resmi dari KPU,” tandasnya. (Hadi)